Ini Dia Empat Langkah Percepat Pengembangan Panas Bumi
Rabu, 13 April 2022 | 07:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) sedang mengembangkan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) di Hulu Lais, Bengkulu dan Lumut Balai, Sumatera Selatan (Sumsel) serta eksplorasi dan pengembangan di Seulawah, Aceh dan Sungai Penuh, Jambi. Hal ini sejalan upaya pemerintah mempercepat pengembangan PLTP di Indonesia. Sampai 2030, pemerintah membangun PLTP berkapasitas 3.355 megawatt (MW) untuk memenuhi target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025.
Baca Juga: ESDM: Insentif Pengembangan Panas Bumi Paling Lengkap
"Hal itu tercantum dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) 2021-2030," kata Direktur Panas Bumi, Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harris, dalam keterangannya, Selasa (12/4/2022).
Target bauran energi sebesar 23% pada 2025 merupakan bagian komitmen Pemerintah Indonesia mencapai karbon netral (net zero emission) pada 2060 atau lebih cepat dari itu. Indonesia juga sudah berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030.
Ada sejumlah langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah untuk memenuhi target tersebut yakni, pengeboran untuk mengurangi risiko pengembang sekaligus menurunkan harga jual listrik panas bumi, pemanfaatan dana PISP (Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi), dan GREM (Geothermal Resources Risk Mitigation) untuk pendanaan pengembangan panas bumi. Lalu, sinergi antar-BUMN. Selama ini, paling tidak ada tiga BUMN yang bergerak di bidang panas bumi, yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di bawah Subholding Pertamina New Renewable Energy (PNRE), PT Indonesia Power (anak perusahaan PT PLN), dan PT Geo Dipa, BUMN di bawah Kementerian Keuangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




