ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Targetkan Listrik Murah, Swasta Harap Masa Pengembangan EBT Diperpendek

Senin, 18 April 2022 | 15:55 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrsi energi baru terbarukan (EBT) panas bumi atau geotermal.
Ilustrsi energi baru terbarukan (EBT) panas bumi atau geotermal. (Dok)

Dia menilai tingginya harga minyak mentah menunjukkan bahwa energi fosil sangat rentan terhadap krisis seperti perang di Ukraina. Apalagi jika yang terlibat krisis negara penghasil minyak atau gas. Kenaikan harga yang tinggi juga pernah terjadi ketika Iran dan Nigeria dilanda krisis domestik dan perang. "Harga minyak mentah sudah di atas US$ 100 per barel, harga batu bara sempat di atas US$ 400 per ton Maret lalu. Padahal, tahun lalu rata-rata harga batu bara masih di bawah US$ 200," kata dia.

Harga EBT, kata Harris, sekarang memang masih tinggi. Itu sebabnya, pemerintah terus berupaya menurunkan harganya agar bisa kompetitif dengan harga listrik dari energi fosil. "Harga listrik batu bara murah, tetapi emisinya juga tinggi. Indonesia memang belum memasukkan cost lingkungan pada harga listrik," kata dia.

Baca Juga: Komitmen Besar Erick Thohir Kembangkan EBT di Indonesia Diapresiasi

Kalau emisinya juga dihitung, Harris yakin harga listrik EBT bisa kompetitif. Apalagi, jika semua kebijakan pemerintah sudah diterapkan dan memberikan efek yang signifikan pada harga listrik EBT.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yuniarto, pada kesempatan yang berbeda mengatakan bahwa perusahaan pengembang panas bumi harus bisa mencapai efisiensi yang tinggi agar harganya bisa kompetitif. PGE berkomitmen terus mengembangkan panas bumi dan memastikan implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) menjadi bagian terintegrasi dari bisnis panas bumi PGE.

Penerapan aspek-aspek ESG ini merupakan upaya dalam memberikan nilai tambah serta dukungan PGE pada program pemerintah terkait pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, khususnya panas bumi. Komitmen PGE dalam pengembangan energi panas bumi dapat berkontribusi dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan goals ke-7 (energi bersih dan terjangkau), goals ke-8 (pekerjaan yang layak dan pengembangan ekonomi), dan goals ke-13 (penanganan perubahan iklim) pada Sustainable Development Goals (SDGs).



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Transformasi Berkelanjutan Nyata, PLN Group Sabet 46 PROPER Emas dan Hijau 2025 KLH

Transformasi Berkelanjutan Nyata, PLN Group Sabet 46 PROPER Emas dan Hijau 2025 KLH

EKONOMI
Menakar Ketahanan Energi RI Saat Selat Hormuz Ditutup Iran

Menakar Ketahanan Energi RI Saat Selat Hormuz Ditutup Iran

EKONOMI
China Perkuat Jaringan Listrik untuk Serap Energi Baru hingga 2030

China Perkuat Jaringan Listrik untuk Serap Energi Baru hingga 2030

EKONOMI
Danantara dan PLN Percepat Investasi Energi Terbarukan

Danantara dan PLN Percepat Investasi Energi Terbarukan

EKONOMI
Pemerintah Jajaki Kerja Sama Ekonomi dengan Michael Bloomberg

Pemerintah Jajaki Kerja Sama Ekonomi dengan Michael Bloomberg

EKONOMI
REC Percepat Pengembalian Modal Investasi Pembangkit EBT

REC Percepat Pengembalian Modal Investasi Pembangkit EBT

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon