ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ESDM: Peran BUMN Strategis dalam Pengembangan Panas Bumi

Kamis, 2 Juni 2022 | 17:43 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi panas bumi atau geotermal.
Ilustrasi panas bumi atau geotermal. (Dok)

Jakarta Beritasatu.com - BUMN diharapkan menjadi motor penggerak utama pengembangan panas bumi di Indonesia yang memiliki cadangan salah satu terbesar di dunia sehingga harus dimanfaatkan secara optimal di tengah transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan.

"Tentu keberadaan BUMN sangat kita harapkan bisa akselerasi lebih cepat pengembangan panas bumi ke depan," kata Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harris Yahya, di Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Indonesia saat ini memiliki cadangan panas bumi sebesar 23,7 gigawatt (GW). Berdasarkan data ThinkGeoEnergy 2022, kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di dunia mencapai 15.854 MW. Indonesia dengan kapasitas pembangkit sebesar 2.276 MW merupakan negara dengan kapasitas pembangkit terbesar kedua setelah Amerika Serikat sebesar 3.722 MW. Indonesia melampaui Filipina dengan kapasitas 1.918 MW.

Baca Juga: Panas Bumi Bisa Diandalkan untuk Energi Kerkelanjutan

ADVERTISEMENT

Saat ini ada tiga BUMN yang mengembangkan panas bumi sebagai sumber energi yaitu PT PLN (Persero) melalui PLN Gas dan Geothermal, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), dan PT Geo Dipa Energi.

Harris menilai PGE menjadi BUMN yang berperan paling besar dalam pengembangan panas bumi. "Peran PGE bisa sangat krusial guna mendukung pencapaian target pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis.

PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja (WK) panas bumi di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi Utara dengan total pembangkit 1.877 MW terdiri atas 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 MW dikelola melalui kontrak operasi bersama. Kapasitas terpasang panas bumi PGE itu berkontribusi sekitar 82 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi emission avoidance CO2 sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun.

"Ke depan panas bumi memang menjadi salah satu faktor kunci penting dalam pencapaian net zero emission, tentu BUMN kita harapkan bisa mengambil peran besar di sana yang juga bisa menentukan target-target global," jelas Harris.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

ESDM Pastikan Geothermal Baturaden Tak Lagi Lakukan Eksplorasi

ESDM Pastikan Geothermal Baturaden Tak Lagi Lakukan Eksplorasi

EKONOMI
ESDM Ungkap Foto Viral Lahan Gundul di Baturaden Adalah Citra Lama

ESDM Ungkap Foto Viral Lahan Gundul di Baturaden Adalah Citra Lama

EKONOMI
Inovasi Ecolab–PGE Buka Era Baru Efisiensi Energi Panas Bumi

Inovasi Ecolab–PGE Buka Era Baru Efisiensi Energi Panas Bumi

OTOTEKNO
Bahlil Ungkap Potensi Besar Panas Bumi Indonesia Tempati Posisi Kedua

Bahlil Ungkap Potensi Besar Panas Bumi Indonesia Tempati Posisi Kedua

EKONOMI
Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

EKONOMI
PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon