ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TBS Energi Utama Incar Penjualan 500.000 Kendaraan Listrik

Rabu, 8 Juni 2022 | 20:01 WIB
MF
FB
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: FMB
RUPST PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Rabu 8 Juni 2022.
RUPST PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Rabu 8 Juni 2022. (Investor Daily/Muhammad Ghafur Fadillah)

Jakarta, Beritasatu.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menargetkan penjualan 500.000 kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) hingga 2025 mendatang secara komersial.

Demi memuluskan rencana tersebut, Wakil Direktur Utama TBS Energi Utama Pandu Sjahrir mengatakan, laba tahun 2021 diputuskan untuk digunakan perseroan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Pasalnya, kendaraan listrik hasil joint venture dengan GOTO yang bermerek Electrum bertumbuh melebihi target jarak tempuh perseroan yakni 1,2 juta kilometer dalam 4 bulan.

"Sebelumnya kami perkirakan target itu dapat tercapai pada akhir tahun 2022, jadi dari sisi product market feed dan demand sangat baik," jelasnya dalam konferensi pers, Rabu (8/6/2022).

Maka dari itu, lanjut Pandu, perseroan akan terus berinvestasi pada armada fleet dan juga dari sisi infrastrukturnya. Untuk diketahui, selama 2021 perseroan memperoleh pendapatan sebesar US$ 462,7 juta, meningkat 39,4% dibanding tahun lalu. Selain itu TBS juga berhasil mencetak laba bersih sebesar US$ 65,6 juta, meningkat 83,2% dari tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: TBS Energi Investasi US$ 8 Juta di Perusahaan EBT Singapura

"Kinerja positif perseroan di tahun 2021 merupakan pondasi bagi kami dalam mewujudkan komitmen pengembangan bisnis yang berbasis sustainability. Kami sudah menetapkan target untuk mencapai carbon neutral di tahun 2030," ujarnya.

Selain itu, rencana kerja pada sektor energi terbarukan ini akan didukung oleh right issue yang telah disetujui oleh para pemegang saham dan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. sebagai informasi, rencana rights issue tersebut sebelumnya akan dilakukan pada tahun 2021 lalu dan diputuskan untuk ditunda hingga tahun ini.

TBS sendiri bermaksud untuk menggunakan dana bersih hasil right issue tersebut untuk memperkuat struktur permodalan perseroan yaitu membiayai investasi dan kegiatan secara umum atau general corporate purposes.

"Rencana jangka panjang transisi energi TBS tentu memerlukan struktur permodalan yang kuat dan akuntabel. Berbagai rencana dan langkah yang telah disetujui dalam agenda RUPST dan RUPSLB ini diharapkan dapat mempercepat proses TBS menjadi pelopor transisi bisnis hijau di Indonesia, sejalan dengan komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission di tahun 2060 mendatang," kata dia.

Lebih lanjut dalam agenda yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Juli Oktarina sebagai direktur baru. Sebelumnya, Juli Oktarina merupakan direktur anak perusahaan TBS. Sesuai dengan tujuan perusahaan, susunan direksi yang baru diharapkan dapat lebih memperkuat struktur organisasi TBS dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis dan dapat mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Baca Juga: TBS Energi Utama-Gojek Dirikan Perusahaan Motor Listrik Electrum

Adapun sebelumnya, Electrum sebagai integrator menginisiasi kolaborasi BUMN dan swasta guna mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia. Electrum, bersama Pertamina, Gogoro, dan Gesits, bersinergi mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dan terlengkap di Indonesia.

Guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, TBS bersama Gojek juga telah menyatakan rencana investasi sekitar US$ 1 miliar selama lima tahun mendatang.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

TOBA Percepat Transformasi Hijau, Bisnis Limbah Jadi Andalan

TOBA Percepat Transformasi Hijau, Bisnis Limbah Jadi Andalan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon