ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengamat Ungkap Penyebab Laba BUMN Berhasil Meroket

Kamis, 9 Juni 2022 | 13:37 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Menteri BUMN Erick Thohir saat menghadiri perayaan Hari Lanjut Usia Nasional 2022 di Jawa Timur, Sabtu, 4 Juni 2022.
Menteri BUMN Erick Thohir saat menghadiri perayaan Hari Lanjut Usia Nasional 2022 di Jawa Timur, Sabtu, 4 Juni 2022. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Laba BUMN berhasil melesat karena dipicu kepemimpinan dari Erick Thohir yang kuat menggenjot kinerja BUMN. Seperti diketahui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil meraup laba sebesar Rp 126 triliun atau meroket sebesar 869 persen sepanjang tahun 2021 yang mana pada tahun sebelumnya hanya Rp 13 triliun.

Pengamat Ekonomi Unika Atma Jaya Rosdiana Sijabat mengatakan, keberhasilan Kementerian BUMN membekukan laba yang besar tak lepas dari peran Erick Thohir yang memiliki skill leadership yang kuat selaku pimpinan, sehingga mampu memperbaiki tata kelola dan kinerja bisnis di perusahan-perusahan di bawah BUMN.

"Dalam pandangan saya, secara keseluruhan BUMN mampu membukukan laba sebesar Rp 126 triliun di 2021 adalah bukti adanya perbaikan tata kelola dan kinerja bisnis, ada leadershipyang kuat sehingga mampu menciptakan perbaikan perusahaan-perusahaan pelat merah," kata Rosdiana melalui keterangan, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: Tok! Komisi VI Setujui Anggaran Kementerian BUMN Rp 232 M

ADVERTISEMENT

Menurut Rosdiana, perjuangan Erick Thohir tidak mudah namun mampu membuktikan kinerja yang bagus ketika banyak pihak yang pesimis terhadap peran perusahan di saat bangsa dihantam pandemi Covid-19. Dikatakan dosen Ekonomi Bisnis ini, kenaikan laba BUMN di tahun 2021 sangat signifikan dan melampaui pendapatan di tahun-tahun sebelumnya.

"Saya kira kita patut mengapresiasi pencapaian Kementerian BUMN di bawah Erick Thohir ini, di tengah pesimistis terhadap perusahaan-perusahaan BUMN dan juga dampak pandemi yang berimbas ke berbagai sektor termasuk berbagai sektor bisnis BUMN, mampu membukukan laba yang naik tajam dari periode sebelumnya, itu adalah prestasi," ucapnya.

Dijelaskan Rosdiana, capaian yang diraih oleh BUMN saat ini harus dijadikan sebagai momen dalam mengembalikan kepercayaan publik kepada BUMN yang sebelumnya dicap sebagai lahan korupsi dan tidak mampu berbuat banyak saat perusahan-perusahan BUMN mengalami kerugian hingga gulung tikar.

"Ini perlu dijadikan momen membangun public trust terhadap BUMN kita untuk kembali meraih esensi bisnis-nya. Sudah terlalu lama kita pesimistis terhadap kemampuan BUMN, dan pesimistis itu sebenarnya beralasan karena banyak perusahaan BUMN merugi," jelasnya.

Baca Juga: Menteri BUMN Dukung Subsidi Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Dicabut

"BUMN kita punya beban bisnis dan berbagai beban politik serta regulasi yang rigid menjadi ruang geraknya tidak mudah," sambungnya.

Capaian BUMN saat ini, kata Rosdiana tidak serta merta menjadikan para pejabat BUMN merasa puas, karena ke depan tantangan BUMN semakin berat lantaran pandemi Covid-19 telah selesai. Artinya, di tahun depan BUMN harus lebih baik dari tahun ini.

"Namun kita tidak bisa puas begitu saja, selama ini kita sering mempertanyakan kinerja BUMN karena kerap menjadi beban bagi keuangan negara," ungkapnya.

Meski meraih laba sebesar Rp 126 triliun, namun Rosdiana menilai BUMN masih membutuhkan dukungan Pemerintah lewat Penyertaan Modal Negara (PMN), karena ada beberapa perusahan yang perlu diperkuat akibat merugi saat puncak pandemi kemarin.

"Pemerintah bahkan harus menopang melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Merujuk data dari Kemenkeu, di Desember 2021 masih ada sekitar 40% kita masih merugi," sarannya.

Baca Juga: Kementerian BUMN Usulkan PMN Rp 73,26 Triliun, Ini Perinciannya

Sebelumnya, Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI menyampaikan keberhasilan-keberhasilan BUMN sepanjang tahun 2021. Eks Presiden Inter Milan itu memaparkan BUMN mampu meraup laba mencapai Rp 126 triliun.

Laba BUMN tersebut naik hampir sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2020, keuntungan bersih perusahaan-perusahaan plat merah ada di angka Rp 13 triliun.

"Alhamdulillah, laba 2021 dibandingkan tahun sebelumnya, yang tadinya Rp 13 triliun, sekarang dengan segala efisiensi dan perbaikan model bisnis yang didukung Komisi VI, laba untuk 2021 sebesar Rp 126 triliun. Ini adalah prestasi yang saya rasa luar biasa," kata Erick Thohir.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sinergi Holding dan Subholding BUMN Belum Optimal

Sinergi Holding dan Subholding BUMN Belum Optimal

EKONOMI
Kontrak Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Bagaimana Selanjutnya?

Kontrak Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Bagaimana Selanjutnya?

NASIONAL
Kimia Farma Balik Untung Rp 123,6 Miliar pada Kuartal I 2026

Kimia Farma Balik Untung Rp 123,6 Miliar pada Kuartal I 2026

EKONOMI
Wamenaker: Tata Kelola dan SDM Kunci Daya Saing BUMN

Wamenaker: Tata Kelola dan SDM Kunci Daya Saing BUMN

EKONOMI
Status Manajer Koperasi Merah Putih Diikat PKWT, Bagaimana Skemanya?

Status Manajer Koperasi Merah Putih Diikat PKWT, Bagaimana Skemanya?

NASIONAL
Manajer Koperasi Desa Merah Putih Wajib Punya Jiwa Wirausaha Kuat

Manajer Koperasi Desa Merah Putih Wajib Punya Jiwa Wirausaha Kuat

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon