Wow! PII Beri Penjaminan 42 Proyek Senilai Rp 476 Triliun
Rabu, 13 Juli 2022 | 20:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atau PII (Persero) telah memberikan penjaminan pada 42 proyek dengan nilai investasi Rp 476 triliun. Proyek itu ada di enam sektor yaitu pariwisata, ketenagalistrikan, telekomunikasi, air minum, transportasi, dan jalan.
"Secara total ada 42 proyek dengan total nilai Rp 476 triliun. Ini proyek-proyek yang mendapatkan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia terutama proyek-proyek infrastruktur jadi kelihatan fisiknya," ucap Direktur Utama PT PII Muhammad Wahid Sutopo dalam acara media luncheon di Plataran Menteng, Jakarta pada Rabu (13/7/2022).
Dari total 42 proyek yang dijamin PT PII, sebanyak 31 proyek berskema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan investasi Rp 463 triliun dan 11 proyek sisanya dengan skema non-KPBU. Sampai Mei 2022 PT PII telah memberikan penjaminan terhadap proyek KPBU, pinjaman langsung BUMN untuk proyek dan BUMN dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). "PT PII merupakan alat fiskal Kementerian Keuangan untuk mendukung percepatan pembangunan terutama di bidang infrastruktur. Kita juga mendapat mandat menangani di luar infrastruktur," ucap Wahid.
Baca Juga: PT PII Jamin Pinjaman Delapan BUMN Senilai Rp 105 Triliun
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Andre Permana menyebutkan PII menjamin proyek dalam penyediaan infrastruktur berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. "Kami mendukung penyediaan infrastruktur melalui penyediaan penjaminan pemerintah," ucap Andre.
Andre merinci beberapa proyek terkait penyediaan infrastruktur berkelanjutan yaitu jalan tol dengan total investasi Rp 248,6 triliun untuk pembangunan 15 jalan tol sepanjang 745,01 Km. Jalan tol ini meningkatkan aksesibilitas ke kawasan industri, permukiman, dan pariwisata. Jalan tol juga meningkatkan efisiensi waktu perjalanan (travel time) serta menurunkan konsumsi bahan bakar sehingga berpotensi menurunkan emisi kendaraan.
Kedua, penjaminan untuk lima pembangkit renewable energy dengan total investasi Rp 52,1 triliun. Proyek ini dijalankan sebagai kontribusi dalam pemenuhan target pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Proyek pembangkit renewable energy diharapkan berkontribusi dalam pemenuhan target pemerintah untuk peningkatan rasio bauran energi baru terbarukan
"Harapannya bisa membantu pemerintah mencapai target NDC (Nationally Determined Contribution). Ini juga membantu lebih menciptakan bauran energi terbarukan, kita tidak bergantung pada bahan bakar fosil, tetapi menggunakan proyek energi baru terbarukan," ucap Andre.
Baca Juga: Dirut PT PII Raih Penghargaan 'Indonesia Best CEO' 2022
Ketiga yaitu penjaminan empat proyek Information and Communication Technology (ICT) yang merupakan infrastruktur berkelanjutan yaitu 8.479 kilometer fiber optic dan SMF 150 GBps dengan total investasi Rp 13,8 triliun. Adanya ICT akan mampu menghubungkan seluruh Indonesia secara digital serta meningkatkan efektifitas komunikasi dan kesiapan era 4.0.
"Sehingga kita sekarang bukan hanya bisa zoom di sekitaran Jawa atau Jakarta tetapi teman-teman di daerah lain. Dengan adanya jaringan Palapa Ring lebih mudah untuk bertemu secara virtual menggunakan jaringan internet," kata Andre.
Keempat yaitu penjaminan untuk lima proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang bermanfaat bagi 1,95 juta jiwa dengan total investasi mencapai Rp 4,1 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




