Airlangga Hartarto: Kesenjangan Gender Hambat Pembangunan
Kamis, 21 Juli 2022 | 19:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan selama masa krisis termasuk pandemi Covid-19, pemberdayaan ekonomi bagi perempuan di seluruh dunia terus menghadapi hambatan besar. Melihat hal tersebut, sebagai outreach group dalam Presidensi G-20 Indonesia yang mewakili suara perempuan, Women 20 (W-20) melalui KTT W-20 dengan tema "En Route to Gender Equality for Gender Welfare" berkomitmen untuk menjembatani kesenjangan disparitas gender.
"Menempatkan pemberdayaan ekonomi perempuan di jantung forum adalah kunci untuk memberikan global exit strategy yang sukses. Hal ini penting karena di seluruh anggota G-20 kesenjangan gender tetap ada dan menghambat pembangunan berkelanjutan," ucap Airlangga dalam siaran pers pada Kamis (21/7/2022).
Para pemimpin G-20 menyepakati untuk mengurangi kesenjangan gender dalam partisipasi angkatan kerja sebesar 25% pada tahun 2025 pada KTT 2014 di Brisbane, yang didukung dengan mendirikan Women 20 (W-20) selama masa Presidensi Turki pada tahun 2015. Melalui Presidensi G-20 tahun 2022, Indonesia kini memiliki tanggung jawab besar untuk fokus pada penyampaian misi tersebut.
Baca Juga: Kartika Jahja: Kesetaraan Gender Alami Kemajuan Pesat
"Di pucuk pimpinan forum ekonomi utama dunia, kami ingin melihat hasil nyata dalam pemberdayaan ekonomi perempuan," tutur Airlangga.
Forum G-20 bertujuan mendukung anggota dalam mencapai target G-20 untuk menutup kesenjangan gender dalam partisipasi sebesar 25% pada tahun 2025. Forum G-20 juga terus membuat kemajuan bagi keterwakilan perempuan dalam kegiatan ekonomi. Upaya ini harus dilipatgandakan untuk memastikan pemberdayaan perempuan juga berkembang di semua sektor publik dan swasta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




