ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hadapi Krisis Pangan, Ini Strategi Badan Pangan Nasional

Selasa, 26 Juli 2022 | 17:46 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrasi dan pegawai lingkup Kepala Badan Pangan Nasional/NFA (National Food Agency), di Depok, 26 Juli 2022.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrasi dan pegawai lingkup Kepala Badan Pangan Nasional/NFA (National Food Agency), di Depok, 26 Juli 2022. (Beritasatu Photo/Herman)

Depok, Beritasatu.com - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, di tengah isu krisis pangan global akibat dinamika geopolitik Rusia dan Ukraina, perubahan iklim, dan pandemi Covid-19, NFA telah mempersiapkan berbagai program strategis untuk mengamankan ketersediaan pangan nasional.

Salah satunya, program pengawalan stabilisasi pasokan gula dengan menjaga kepastian harga baik di tingkat petani maupun konsumen dan pendistribusian gula ke wilayah rawan pangan melalui kolaborasi bersama Perum Bulog, ID Food, dan Asosiasi.

Selain itu, Badan Pangan Nasional juga mendorong perbaikan kegiatan on farm dan off farm secara detail. Program lainnya adalah mendorong penganekaragaman konsumsi pangan lokal.

Baca Juga: Sri Mulyani Waspadai Krisis Pangan Global Berlanjut di 2023

ADVERTISEMENT

"Substitusi pangan impor menjadi pangan lokal bukan hanya menjaga ketersediaan bahan pangan, melainkan juga menghemat devisa negara. Jika kita bisa melakukan substitusi pangan yang berbahan baku gandum seperti terigu menjadi tepung beras dan singkong sebanyak 10% saja, itu telah sama dengan saving Rp 2,4 triliun per tahun," kata Arief usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrasi dan pegawai lingkup Badan Pangan Nasional, di Depok, Selasa (26/7/2022).

Arief mengatakan, program strategis lainnya yang sedang dipersiapkan Badan Pangan Nasional adalah penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP) yang saat ini masih dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait. Upaya ini bertujuan untuk stabilisasi harga komoditas strategis melalui penjualan di bawah harga eceran tertinggi (HET).

"Program ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan optimalisasi stok pangan yang tersedia guna menjaga stabilisasi dan ketersediaan pangan," ungkapnya.

Baca Juga: Kondisi Tidak Baik, Krisis Pangan Perlu Diwaspadai

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Antisipasi El Nino, Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Nasional

Antisipasi El Nino, Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Nasional

EKONOMI
Ratusan Warga Lebak Berebut Bantuan Beras dan Minyakita

Ratusan Warga Lebak Berebut Bantuan Beras dan Minyakita

BANTEN
Bapanas: Stok Daging Nasional Aman hingga 3 Kali Lipat Kebutuhan

Bapanas: Stok Daging Nasional Aman hingga 3 Kali Lipat Kebutuhan

EKONOMI
Bapanas Minta Polri Selidiki Penjualan Pangan di Atas Harga Acuan

Bapanas Minta Polri Selidiki Penjualan Pangan di Atas Harga Acuan

EKONOMI
RI Tidak Impor Beras Konsumsi atau Beras Umum

RI Tidak Impor Beras Konsumsi atau Beras Umum

EKONOMI
Produksi Ayam Nasional Surplus 47.000 Ton, Harga Tetap Stabil

Produksi Ayam Nasional Surplus 47.000 Ton, Harga Tetap Stabil

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon