Logo BeritaSatu

Top! Indeks Ekonomi Hijau Meningkat dalam 10 Tahun Terakhir

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:10 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meluncurkan Green Economy Index (GEI) atau Indeks Ekonomi Hijau Indonesia sebagai pendekatan sekaligus alat untuk mengukur efektivitas transformasi menuju ekonomi hijau yang tangible, representatif, dan akurat.

Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Arifin Rudiyanto menyampaikan, GEI merupakan pengukuran skala nasional dan memiliki 15 indikator yang terdiri dari lima indikator lingkungan, enam indikator ekonomi, dan empat indikator sosial. Data yang digunakan dalam pengukuran indikator-indikator tersebut dimabil pada periode 2011 - 2020

"GEI 2011-2020 menunjukkan tren positif dengan composite score yang meningkat dari 47,20 di 2011 menjadi 59,17 di 2020. Hal ini menunjukkan kita sudah berada pada jalur yang benar untuk mencapai tujuan kita dalam membangun ekonomi hijau," kata Arifin Rudiyanto dalam peluncuran laporan Indeks Ekonomi Hijau pada The 3rd Development Working Group G20 Side Event “Towards Implementation and Beyond: Measuring the Progress of Low Carbon and Green Economy” di Bali yang disiarkan secara daring, Selasa (9/8/2022).

Arifin menyampaikan, Indeks Ekonomi Hijau merupakan wujud nyata Indonesia dalam mengukur efektivitas transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan rendah karbon dengan metodologi akurat. Ke depan, lanjut Arifin, Indeks Ekonomi Hijau akan diintegrasikan ke dalam pembangunan jangka menengah (RPJMN 2020-2024) dan pembangunan jangka panjang berikutnya (RPJPN 2025-2045) sebagai salah satu indikator utama pembangunan Indonesia.

Arifin memaparkan berbagai keuntungan yang bisa didapatkan Indonesia apabila ekonomi hijau sudah tercapai, antara lain pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia rata-rata 6,1%-6,5% per tahun hingga 2050, 87-96 miliar ton emisi gas rumah kaca yang diselamatkan pada rentang 2021-2060, sekitar 68% penurunan intensitas emisi di 2045 sebelum mencapai net zero emission di 2060, gross national income (GNI) lebih tinggi 25%-34% pada 2045, serta menghasilkan tambahan 1,8 juta lapangan kerja di sektor hijau pada 2030. Keuntungan lainnya, 40.000 jiwa terselamatkan dari pengurangan polusi udara di 2045, 3,2 juta hektar hutan primer terlindungi pada 2060, dan masih banyak lagi.

Sementara Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam mengungkapkan, kebutuhan pembiayaan saat ini masih menjadi tantangan dalam agenda penanganan perubahan iklim. Untuk mencapai target net zero emission pada 2060, kebutuhan investasinya sekitar 3% sampai 5% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Dengan kebutuhan investasi 3% sampai 5% PDB, tentunya tidak mungkin semua dengan kapasitas fiskal kita yang harus kita dorong. Harus ada kontribusi dari dunia usaha. Makanya, kita tidak mendorong katakanlah dari fiskal. Yang kita dorong pertama adalah green investment. Jadi pada saat bicara ekonomi hijau, investasi yang lebih hijau ke depan yang menjadi kata kunci. Fiskal hanya sekedar mendorong, membantu, tetapi tidak akan bisa mencapai target kalau tidak ada investasi yang besar," kata Medrilzam.

Seperti diketahui, Indonesia telah mengumumkan komitmennya terhadap inisiatif perubahan iklim global, yaitu pencapaian net- zero emission pada tahun 2060 serta Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) yang menuangkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29% atas usaha sendiri atau 41% dengan bantuan internasional pada 2030.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sri Mulyani: Dana Pemda Mengendap di Bank Rp 203,42 Triliun

Sri Mulyani menyampaikan, tingginya saldo dana pemda di perbankan disebabkan belum optimalnya realisasi belanja daerah sampai dengan Agustus 2022.

EKONOMI | 26 September 2022

PP Properti Bayar Lunas Utang Jatuh Tempo Rp 2,5 Triliun

PT PP Properti Tbk (PPRO) berhasil melunasi utang jatuh tempo di tahun 2022 sebesar Rp 2,5 triliun, yang terdiri dari obligasi, MTN, dan perbankan.

EKONOMI | 26 September 2022

PPRE Targetkan Pengolahan Sampah Ciliwung Selesai Akhir 2022

PT PP Presisi Tbk (PPRE) menargetkan pembangunan sistem pengambilan dan treatment sampah badan air selesai secara bertahap pada akhir 2022

EKONOMI | 26 September 2022

Jaga Ekonomi, Inaplas Bertekad Subtitusi Impor Petrokimia

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia, Inaplas berupaya melakukan substitusi impor petrokimia.

EKONOMI | 26 September 2022

Pahami Kebutuhan Sebelum Membeli Produk Asuransi Yang Paling Tepat

Sebelum memutuskan memiliki asuransi, sebaiknya pahami dengan benar produk dan kebutuhannya, apakah memang perlu produk tradisional atau unit link.

EKONOMI | 26 September 2022

Handojo Santosa Meninggal Dunia, Ini Kiprahnya Sebagai Dirut Japfa

Melansir laman resmi japfacomfeed, Handojo Santosa merupakan warga negara Siprus, usia 57 tahun, berdomisili di Singapura.

EKONOMI | 26 September 2022

PLN Uji Coba Peralihan Kompor Listrik di Solo dan Denpasar

PLN terus fokus menjalankan pendampingan dan evaluasi bagi keluarga penerima manfaat (KPM) untuk program uji coba kompor listrik.

EKONOMI | 26 September 2022

Kinerja Positif, Jasa Marga Cetak Laba Rp 734,8 Miliar

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencapai kinerja positif hingga semester I 2022 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 734,8 miliar.

EKONOMI | 26 September 2022

100 Hari Kerja Mendag, Pelaku Usaha Beri Nilai Biru untuk Rapor Zulhas

Pelaku usaha memberikan penilaian Kemendag di bawah pimpinan Menteri Zulkifli Hasan dengan nilai biru untuk rapor 100 hari kerja.

EKONOMI | 26 September 2022

Ini 3 Pesan Erick Thohir untuk Para Direktur BUMN

Sebagai Menteri BUMN dan pebisnis, Erick Thohir punya tiga pesan penting bagi direksi BUMN di tengah meningkatnya potensi ekonomi digital.

EKONOMI | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Prabowo Hormati Kemungkinan Jokowi Jadi Cawapres

Prabowo Hormati Kemungkinan Jokowi Jadi Cawapres

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings