Surveyor Indonesia dan ICDX Perkuat Ekosistem REC Nasional
Jumat, 10 April 2026 | 18:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Surveyor Indonesia (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia untuk memperkuat ekosistem renewable energy certificate (REC) nasional. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada penguatan testing, inspection, and certification (TIC).
Kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam membangun sistem REC yang kredibel, transparan, dan berintegritas, sekaligus selaras dengan standar internasional serta kebutuhan pasar energi berkelanjutan.
Pada kolaborasi ini, Surveyor Indonesia berperan sebagai penjaga assurance (guardian of assurance) yang memastikan kualitas verifikasi dan sertifikasi atribut energi terbarukan, termasuk pengembangan sistem registri yang dapat ditelusuri serta penguatan tata kelola pasar.
Direktur Utama Fajar Wibhiyadi mengatakan, sinergi ini merupakan bagian dari upaya kolektif dalam menjawab tantangan transisi energi dan tuntutan global terhadap praktik keberlanjutan.
“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga, khususnya dalam mendukung penguatan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi, serta pengembangan ekosistem renewable energy di Indonesia,” ujarnya pada Jumat (10/4/2026).
Melalui kerja sama ini, pelaku usaha akan mendapatkan akses terhadap instrumen REC yang terverifikasi dan diakui, sehingga dapat digunakan untuk memenuhi target dekarbonisasi serta komitmen environmental, social, and governance (ESG).
Selain itu, integrasi sistem verifikasi dengan mekanisme bursa diharapkan menciptakan transaksi REC yang lebih transparan, akuntabel, dan dapat ditelusuri, sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar dan likuiditas perdagangan energi terbarukan.
Dari sisi ekonomi, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan instrumen pembiayaan hijau serta mempercepat terbentuknya ekosistem perdagangan energi bersih yang terstruktur. Hal ini juga dinilai dapat menekan biaya transisi energi bagi industri sekaligus mendorong investasi di sektor energi terbarukan.
Kerja sama ini menjadi salah satu tonggak penting dalam mendukung agenda nasional menuju ekonomi hijau yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




