ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Stok Melimpah, Indonesia Berpeluang Ekspor Beras dan Jagung

Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:52 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Ilustrasi beras.
Ilustrasi beras. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Divisi Pengadaan Komoditi Perum Bulog Budi Cahyanto mengungkapkan, Indonesia sebetulnya berpotensi untuk melakukan ekspor beras.

Apalagi dari sisi jumlah produksi, Indonesia ada di urutan kedua terbesar di bawah Tiongkok. Sudah 3 tahun lamanya Indonesia juga tidak pernah lagi impor beras karena kondisi stok beras yang cukup.

"Jangan lupa juga, Indonesia itu sebenarnya merupakan produsen terbesar kedua di dunia untuk beras. Hanya saja memang konsumsi kita tinggi. Produksi pertama itu ada di Tiongkok, kemudian yang kedua Indonesia. Jadi sebetulnya menurut saya Indonesia punya potensi untuk melakukan ekspor," kata Budi dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Tantangan Ketahanan Pangan Hadapi Krisis Global", Jumat (19/8/2022).

Baca Juga: Bulog: Ketahanan Stok Beras Nasional Saat Ini Aman

ADVERTISEMENT

Bila nantinya Indonesia melakukan ekspor, Budi mengatakan nantinya beras yang diekspor adalah yang jenisnya hanya ada di Indonesia.

"Kita orientasikan nanti ekspor beras yang kita lakukan adalah beras-beras yang memang khusus ada di Indonesia, misalnya pandan wangi, rojolele, mentik wangi atau beras mentik yang memang barangkali itu tidak ada di dunia. Ini tantangan ke depan bagaimana Bulog mungkin barangkali bisa membuka peluang ekspor beras ke negara-negara yang memang membutuhkan," kata Budi.

Baca Juga: Kemtan Nilai Indonesia Punya Peluang Ekspor Beras

Untuk komoditas lain seperti jagung, Budi juga melihat ada peluang untuk diekspor. Apalagi surplus produksinya bisa mencapai 3 juta ton. Hanya saja masih ada tantangan karena kekurangan mesin pengering atau dryer.

"Jadi ketika panen secara bersama-sama, jagung biasanya mengalami proses suplai yang terlalu tinggi. Sementara ini kan jenis pangan yang harus kita keringkan, sementara pada periode berikutnya setelah panen itu biasanya mengalami proses potensi adanya terkena jamur dan lain-lain," kata Budi.

Baca Juga: Bulog Matangkan Pembicaraan Ekspor Beras

Budi melanjutkan, sehingga pada saat yang sama Bulog mesti bergerak menyerap jagung sebanyak-banyaknya. Kemudian melakukan proses pengeringan.

"Ketika pada saat bulan di mana kita kekurangan jagung, kita bisa mendapatkan dari jagung yang sudah di-dryer tadi. Bulog ke depan terus berupaya menyiapkan diri, nanti kita punya beberapa dryer yang sedang dibangun saat ini yang Inshaallah akan selesai di bulan Desember," kata Budi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Biaya Produksi Tinggi Buat RI Kesulitan Bersaing Ekspor Beras

Biaya Produksi Tinggi Buat RI Kesulitan Bersaing Ekspor Beras

EKONOMI
Ekspor Beras ke Arab Perkuat Posisi Indonesia dalam Pangan

Ekspor Beras ke Arab Perkuat Posisi Indonesia dalam Pangan

EKONOMI
Bapanas Pastikan Beras Ekspor ke Arab Kantongi Health Certificate

Bapanas Pastikan Beras Ekspor ke Arab Kantongi Health Certificate

EKONOMI
RI Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi, Mentan: Ini Aksi Nyata

RI Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi, Mentan: Ini Aksi Nyata

EKONOMI
Bulog Ungkap Potensi Besar Beras Indonesia ke Arab Saudi

Bulog Ungkap Potensi Besar Beras Indonesia ke Arab Saudi

EKONOMI
Bulog Jajaki Ekspor Beras Premium ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

Bulog Jajaki Ekspor Beras Premium ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon