ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BP2MI Gandeng Great Edu Tingkatkan Soft Skill Pekerja Migran

Kamis, 25 Agustus 2022 | 10:28 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
PT Greatedu Global Mahardika (GreatEdu) bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar pelatihan peningkatan soft skill dan bahasa asing bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
PT Greatedu Global Mahardika (GreatEdu) bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar pelatihan peningkatan soft skill dan bahasa asing bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI). (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Bertepatan dengan momen HUT ke-77 RI, PT Greatedu Global Mahardika (Great Edu) bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar pelatihan peningkatan soft skill dan bahasa asing bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI).

Chief Executive Officer (CEO) Great Edu, Ade Irma Setya Negara mengatakan, meningkatnya soft skill dan bahasa asing calon pekerja migran sebelum berangkat, tentu akan berdampak positif bagi kualitas pekerjaan mereka di negara penempatan.

"Harapannya pada masa depan tidak ada lagi PMI yang bekerja tidak sesuai dengan ketrampilan yang dimilikinya," kata Ade Irma Setya Negara dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/8/2022).

Baca Juga: Great Edu Targetkan Pendapatan Rp 68 Miliar di 2022

ADVERTISEMENT

Menurut Irma, selama ini, permintaan dari luar negeri terhadap pekerja migran asal Indonesia sangat tinggi. Di sisi lain, keterampilan yang dimiliki PMI kurang memadai terkadang menjadi hambatan.

"Misalnya, terkendala bahasa, akses informasi, dan kompetensi. Akibat kurangnya soft skill dan kemampuan bahasa asing dapat merugikan PMI," imbuhnya.

PT Greatedu Global Mahardika (GreatEdu) bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar pelatihan peningkatan soft skill dan bahasa asing bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI).

PT Greatedu Global Mahardika (GreatEdu) bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar pelatihan peningkatan soft skill dan bahasa asing bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI).

Irma menambahkan, setiap negara penempatan memiliki standar yang harus dipenuhi oleh para PMI. "Jika PMI yang berangkat sudah menguasai bahasa negara penempatannya, tentunya proses untuk beradaftasi serta mendapatkan haknya akan lebih mudah," tutur Irma.

Baca Juga: Airlangga: Pemerintah Optimalkan Perlindungan Pekerja Migran

Sementara itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani, mengatakan, peningkatan skill merupakan amanat dari Undang-undang (UU). Lahirnya PMI berketerampilan tinggi, juga akan mengurangi potensi terjadinya penipuan kepada PMI oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kita akan terus mengupayakan agar PMI merupakan tenaga kerja yang profesional dan kompeten sebagaimana amanat UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia," ujar dia.

Benny menambahkan, nantinya para CPMI yang ikut pelatihan mendapat sertifikat. "Mereka juga akan kita berikan bonus berupa pelatihan bahasa dan pelatihan soft skill agar dalam proses pekerjaannya lebih mudah di negara penempatan," jelas Benny.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KP2MI Gandeng Kampus untuk Cetak Pekerja Migran Kompeten

KP2MI Gandeng Kampus untuk Cetak Pekerja Migran Kompeten

NASIONAL
60 Persen Pekerja Migran Harus Jadi Tenaga Kerja Terampil

60 Persen Pekerja Migran Harus Jadi Tenaga Kerja Terampil

EKONOMI
KP2MI Hentikan Operasi Perusahaan Penyalur PMI di Kramat Jati

KP2MI Hentikan Operasi Perusahaan Penyalur PMI di Kramat Jati

JAKARTA
KP2MI Segel Kantor P3MI di Jakarta Timur

KP2MI Segel Kantor P3MI di Jakarta Timur

MULTIMEDIA
15.000 Warga Pandeglang Kini Jadi Pekerja Migran

15.000 Warga Pandeglang Kini Jadi Pekerja Migran

BANTEN
Program SMK Go Global Targetkan 500.000 PMI pada 2026

Program SMK Go Global Targetkan 500.000 PMI pada 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon