ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Apindo: 2023 Masih Berat, Perkuat Fundamental Ekonomi!

Selasa, 30 Agustus 2022 | 19:28 WIB
AK
FB
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FMB
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani.
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani. (Beritasatu Bisnis/Arnoldus Kristianus)

"Ini yang kemudian kita minta diperhatikan, untuk beberapa insentif bisa tetap diterapkan termasuk relaksasi keberlanjutan POJK yang berhubungan dengan perbankan, terutama untuk sektor-sektor yang terkena dampak pandemi Covid-19," kata Shinta.

Pemerintah juga menarik investasi sebesar-besarnya, momentum G-20 dan B-20 harus dimanfaatkan untuk mendorong Indonesia dalam meningkatkan investasi. Dengan menaikan investasi, pemerintah akan turut memperkuat fundamental perekonomian. Lalu dari segi ekspor, pemerintah harus mulai memperhatikan bahwa ada akan negara-negara yang akan terdampak dengan adanya krisis. Guna mengantisipasi ini pemerintah harus melakukan diversifikasi ekspor.

Baca Juga: Apindo: Pengusaha Belum Siap Hadapi Kenaikan BBM Subsidi

"Kita tidak bisa lagi tergantung ke ekspor negara tradisional lagi, kita harus diversifikasi. Hilirisasi adalah kunci, kita tidak bisa lagi tergantung kepada impor bahan baku. Kita tidak bisa bergantung pada ekspor komoditas tanpa nilai tambah , ini jadi perhatian kita ke depan bahwa hilirisasi harus bisa berjalan," tanda Shinta.

ADVERTISEMENT

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan dalam satu tahun ke depan diperkirakan akan terjadi dinamika yang besar. Apalagi pada September 2023 pemerintah sudah memasuki bulan-bulan menjelang pemilihan umum. Tentunya pemerintah akan mengurangi pengambilan keputusan yang bersifat strategis.

"Sehingga kalau berbicara terkait kebijakan umum kita hanya punya waktu sampai Agustus 2023, padahal masih banyak hal yang harus kita kejar. Misalnya implementasi Undang -Undang Cipta Kerja dan peraturan turunannya, serta rencana amandemen UU Kepailitan," ucap Hariyadi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Melihat Langkah Stabilitas Saat Rupiah Turun ke Rp 17.500 Per Dolar AS

Melihat Langkah Stabilitas Saat Rupiah Turun ke Rp 17.500 Per Dolar AS

EKONOMI
Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

EKONOMI
Apindo Minta Kejelasan Skema Patungan Uang Saku Magang

Apindo Minta Kejelasan Skema Patungan Uang Saku Magang

EKONOMI
Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Faktor Pendorong Investasi

Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Faktor Pendorong Investasi

EKONOMI
Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

EKONOMI
Apindo Wanti-wanti Kegiatan Produksi Terhenti Imbas Konflik Timteng

Apindo Wanti-wanti Kegiatan Produksi Terhenti Imbas Konflik Timteng

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon