Apindo: 2023 Masih Berat, Perkuat Fundamental Ekonomi!
Selasa, 30 Agustus 2022 | 19:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kondisi perekonomian Indonesia tahun 2023 masih dibayangi oleh gejolak yang terjadi di perekonomian global. Dinamika perekonomian global terpicu oleh kondisi geopolitik dunia yaitu perang Rusia-Ukraina dan ketegangan antara Tiongkok dengan Taiwan dan Amerika, Dari sisi kesehatan, muncul penyakit baru yaitu cacar monyet.
"Kalau melihat kondisi Indonesia sangat kuat saat ini. Kita sangat optimis saat ini bisa mencapai target pertumbuhan yang ditetapkan pemerintah. Tetapi kita harus antisipasi karena dampak ekonomi global dengan adanya kenaikan inflasi, kenaikan harga komoditas pangan dan energi pastinya akan berdampak ke Indonesia," ucap Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (RAKERKONAS) Apindo di Hotel JS Luwansa, Jakarta pada Selasa (30/8/2022).
Baca Juga: Apindo: Kebijakan Bansos BBM Lindungi Daya Beli Masyarakat
Oleh karena itu pemerintah harus memperkuat fundamental perekonomian domestik agar tetap tangguh saat terjadi gejolak perekonomian global. Menurut Shinta dengan gejolak yang terjadi perekonomian global akan memasuki masa krisi.
"Penguatan fundamental yang menjadi kunci prioritas dalam proses pemulihan pascapandemi, agar bisa mengantisipasi krisis global yang kelihatannya akan menghantam," kata Shinta.
Dia mengatakan insentif yang diberikan pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebaiknya jangan langsung dihentikan meskipun program PEN tidak berlanjut di tahun 2023. Dia menyarankan sektor yang terkena dampak besar dari pandemi Covid-19 yaitu pariwisata, perhotelan, dan akomodasi harus tetap diberikan insentif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




