ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Unit Link Akan Kembali Semarak Awal 2023

Rabu, 7 September 2022 | 12:50 WIB
W
B
Penulis: Windarto | Editor: B1
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah) didampingi Ketua Bidang I AAJI:Produk, Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance Fauzi Arfan (kanan) dan Ketua Bidang 6 AAJI : Hubungan antar Lembaga, Regulator, Stakeholder dalam Negeri dan Internasional Shadiq Akasya (kiri) tengah berbincang tentang data kinerja industri asuransi jiwa di Jakarta (6/9)
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah) didampingi Ketua Bidang I AAJI:Produk, Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance Fauzi Arfan (kanan) dan Ketua Bidang 6 AAJI : Hubungan antar Lembaga, Regulator, Stakeholder dalam Negeri dan Internasional Shadiq Akasya (kiri) tengah berbincang tentang data kinerja industri asuransi jiwa di Jakarta (6/9) (Majalah Investor/Windarto)

Jakarta, BeritaSatu.com – Produk Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) atau unit link diperkirakan bakal kembali semarak dan ramai ditawarkan pada semester kedua tahun ini atau kuartal I tahun 2023. Penurunan penjualan unit link selama semester I 2022 diperkirakan hanya sesaat karena ada shifting produk dari masyarakat.


Penjualan PAYDI atau biasa disebut unit link selama tahun 2022 ini cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021. Hal ini bisa tergambar dari data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) hingga kuartal II/2022 atau semester I/2022. Sebagai gambaran, premi yang diperoleh dari unit link per semester I/2022 tercatat sebesar Rp56,7 triliun turun dari capaian periode sama tahun 2021 (year on year/yoy) yang sebesar Rp64,2 triliun alias turun 11,7%. Penurunan premi unit link selaras dengan penurunan pendapatan premi industri yang terjadi. Data AAJI menyebut, pendapatan premi industri asuransi jiwa pada periode ini sebesar Rp95,7 triliun, turun 8,9% yoy, setelah mencatat premi sebesar Rp105,1 triliun.


Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan, pada dasarnya perusahaan asuransi menyediakan pilihan produk asuransi kepada masyarakat Indonesia seluas-luasnya. Apakah ada preferensi tertentu kepada produk tertentu, sejujurnya semua produk asuransi jiwa berapapun yang dihasilkan apakah dari produk tradisional atau unit link itu mencerminkan kerja keras dari para insan perasuransian. Ketika terjadi shifting, pikir kami ini adalah sesaat saja. Bahwa cukup banyak masyarakat Indonesia punya beberapa produk asuransi seperti asuransi kesehatan, unit link, asuransi pendidikan, dsb. "Bagi kami turunnya unit link ini belum kami artikan ke arah yang lebih jauh, tapi hanya sesaat saja," tutur Budi saat paparan kinerja Asuransi Jiwa semester I/2022 di Jakarta (6/9).


Ditambahkan Ketua Bidang I AAJI yang membawahi Produk, Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance Fauzi Arfan, faktor penurunan penjualan unit link terkait dengan SEOJK 05/2022 tentang PAYDI. Di dalam ketentuan baru tersebut ada beberapa yang mengamanatkan untuk merevisi produk unit link dan harus disampaikan oleh perusahaan asuransi kepada OJK hingga Maret 2023. Hal ini, lanjut Fauzi, menyebabkan sebagian besar pelaku industri asuransi tengah merevisi dulu produknya sehingga tidak merilis produk baru dulu sampai produk tersebut sudah sesuai dengan SEOJK.

ADVERTISEMENT


"Saya sangat yakin sebagian industri akan melakukan revisi produknya, targetnya adalah sebagaimana yang diamanatkan oleh SEOJK selambatnya Maret 2023. Tentunya nanti akan banyak produk asuransi yang akan dilaunching di semester kedua tahun ini atau awal tahun 2023," jelas Fauzi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Proyeksikan Premi Unit Link Tumbuh Terbatas pada 2026

OJK Proyeksikan Premi Unit Link Tumbuh Terbatas pada 2026

EKONOMI
Dorong Transparansi, OJK Revisi Aturan Unit Link

Dorong Transparansi, OJK Revisi Aturan Unit Link

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon