ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Panas Bumi Elemen Penting Indonesia Capai Nol Emisi Karbon

Rabu, 14 September 2022 | 05:56 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi geotermal panas bumi.
Ilustrasi geotermal panas bumi. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia memungkinkan bisa mencapai nol emisi bersih (net zero emissions/NZE) atau netralitas karbon karena didukung potensi sumber daya alam termasuk energi baru terbarukan (EBT). Salah satu potensi yang bisa dikembangkan adalah panas bumi.

Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Fabby Tumiwa, mengungkapkan panas bumi merupakan elemen penting yang dimiliki Indonesia untuk mencapai NZE. "Dalam rangka mencapai NZE, seluruh potensi energi terbarukan, termasuk panas bumi harus dikembangkan dengan optimal," katanya dalam keterangannya Rabu (14/9/2022).

Baca Juga: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Industri Panas Bumi Global

Menurut dia, wajar pemerintah memberi perhatian serius untuk pengembangan panas bumi. Apalagi pemerintah memiliki peta jalan (roadmap) pengembangan panas bumi hingga mencapai kapasitas 7 Gigawatt (GW) pada 2030. "Sejak 15 tahun lalu, pengembangan panas bumi selalu jadi prioritas dan berbagai instrumen mitigasi risiko hulu dibuat oleh Kementerian Keuangan," ujar Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) ini.

ADVERTISEMENT

Apalagi, lanjut Fabby, saat ini ada fasilitas penurunan risiko eksplorasi panas bumi, yaitu Geothermal Resources Risk Management (GREM) yang dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Belum lagi pendanaan infrastruktur panas bumi yang juga dikelola PT SMI sebesar Rp 3,7 triliun dari APBN dan hibah Bank Dunia. "Dibandingkan dengan energi baru terbarukan lainnya, upaya memberikan dukungan panas bumi jauh lebih besar," katanya.

Selain itu, ada pemain besar dan konsisten yang kembangkan panas bumi di Tanah Air. Salah satunya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina Power Indonesia, subholding Power and New Renewable Energy Pertamina. Untuk mencapai NZE pada 2060, seluruh potensi energi baru terbarukan, termasuk panas bumi harus dikembangkan dengan optimal. "Dalam hal ini prospek bisnis PGE sangat bagus," ujarnya.

Menurut Fabby, PGE tetap harus didukung agar target yang dicanangkan bisa tercapai. Penguatan PGE lebih pada kemampuan dalam mengelola risiko. "Tak bisa dipungkiri pengembangan panas bumi tidak beda jauh dengan migas yang memiliki risiko tinggi," ujarnya.

Dia menyarankan agar PGE mempersingkat waktu pengembangan lapangan panas bumi dan pembiayaan untuk investasi. "Termasuk bermitra serta mengeksplorasi pemanfaatan listrik panas bumi untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi, misalnya green hydrogen," ujarnya.

Baca Juga: Pakar: Kejar Target EBT, Pengembangan Panas Bumi Perlu Prioritas

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yuniarto, mengatakan risiko dalam pengelolaan proyek panas bumi tidak hanya pada fase eksplorasi. Ketika memasuki tahapan konstruksi PLTP dan bahkan pada fase operasional lapangan dan PLTP, risiko meningkat. "Risiko ini terbagi atas surface maupun sub-surface," ujarnya.

Yuniarto menjelaskan, energi panas bumi diharapkan menjadi pilar utama dalam menyongsong kebutuhan akan EBT di masa datang, termasuk mendukung program NZE dan menjadi pemicu multiplier effect terhadap pengembangan green economy. Apalagi energi panas bumi merupakan satu-satunya EBT yang bisa mensuplai energi secara kontinu dan dapat dijadikan sebagai beban dasar (baseload power) dalam sistem ketenagalistrikan dengan tingkat ketersediaan (availability factor) yang tinggi.

Saat ini, PGE mengelola 13 WKP dengan kapasitas terpasang PLTP sebesar 1,8GW. Dari jumlah itu, 672 MW dioperasikan dan dikelola langsung PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skenario Kontrak Operasi Bersama. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

ESDM Pastikan Geothermal Baturaden Tak Lagi Lakukan Eksplorasi

ESDM Pastikan Geothermal Baturaden Tak Lagi Lakukan Eksplorasi

EKONOMI
ESDM Ungkap Foto Viral Lahan Gundul di Baturaden Adalah Citra Lama

ESDM Ungkap Foto Viral Lahan Gundul di Baturaden Adalah Citra Lama

EKONOMI
Inovasi Ecolab–PGE Buka Era Baru Efisiensi Energi Panas Bumi

Inovasi Ecolab–PGE Buka Era Baru Efisiensi Energi Panas Bumi

OTOTEKNO
Bahlil Ungkap Potensi Besar Panas Bumi Indonesia Tempati Posisi Kedua

Bahlil Ungkap Potensi Besar Panas Bumi Indonesia Tempati Posisi Kedua

EKONOMI
Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

EKONOMI
PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon