Green Pramuka City Optimistis Pemerintah Mampu Atasi Pandemi
Senin, 26 September 2022 | 22:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 selama hampir 3 tahun telah melumpuhkan berbagai aspek kehidupan masyarakat, tidak saja Indonesia, tetapi secara global.
Dunia properti menjadi salah satu yang terdampak cukup berat saat awal pandemi terjadi. Sejumlah dampak besar dirasakan, salah satunya, karena masyarakat menahan konsumsi kebutuhan atau aset-aset yang sifatnya jangka panjang seperti properti.
Head of Communications Green Pramuka City, Lusida Sinaga, mengatakan, perubahan sikap masyarakat terjadi karena pandemi mengakibatkan munculnya pembatasan kegiatan ekonomi, sosial, dan mobilitas. Hal ini berdampak pada terganggunya stabilitas perekonomian nasional dan rumah tangga masyarakat.
Baca Juga: Asuransi Properti, Solusi Lindungi Aset dari Bencana
"Kami mengamati, karena pandemi hampir tiga tahun terakhir ini, kegiatan ekonomi turun, orang mulai kurangi pembelian aset-aset yang sifatnya jangka panjang termasuk properti," ujar Lusida Sinaga di Jakarta, Senin (26/9/2022).

Manajemen Green Pramuka City.
Menurut Lusida, Green Pramuka City sebagai produk apartemen yang mengusung konsep "Hunian Praktis di Pusat Jakarta" juga turut merasakan bagaimana pandemi Covid-19 telah membentuk suatu ketidakpastian jangka pendek dan mendorong turunnya indeks demand properti komersial.
"Pandemi masih ada, tetapi kami percaya dengan tindakan penanganan pemerintah. Tugas kami sebagai masyarakat ialah mengimplementasikan semangat tema G-20 maupun ulang tahun ke-77 RI yang lalu. Pandemi ditangani pemerintah, semangat kebangkitan dan pemulihan sektor properti dan pengelolaan hunian seperti yang kami lakukan di Green Pramuka City, tentu harus ditampakkan untuk mendukung pemulihan bersama ini," kata Lusida.
Baca Juga: Hadir IPEX 2022, Green Pramuka City Tebar Diskon Menarik
Menurut Lusida, upaya bangkit dan pulih memang bukan hal mudah, tetapi harus dimulai. Hal itu menjadi komitmen manajemen Green Pramuka City.
"Protokol kesehatan di kawasan Green Pramuka City tetap dilakukan sesuai instruksi pemerintah, tapi juga berbagai kegiatan yang menghidupkan komunitas mulai kami galakkan kembali," kata Lusida.
Marketing Manager Green Pramuka City, Barry Januar menambahkan, upaya promosi dan penjualan oleh divisi marketing sudah digencarkan.
Baca Juga: Harga BBM Naik, Perumahan di Segmen Menengah Laris
"Kami sudah promosi normal, jualan di mal, di properti expo, melakukan open table dan pameran di titik-titik keramaian, bahkan open house di marketing gallery sudah rutin setiap sekali sebulan," kata Barry Januar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




