Hantavirus Mewabah di 4 Provinsi, Akankah Jadi Next Pandemi?
Sabtu, 28 Juni 2025 | 15:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada 8 kasus hantavirus tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang ditemukan di empat provinsi hingga 19 Juni 2025.
Empat provinsi tersebut yakni Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Kasus hantavirus memang telah memicu kekhawatiran, lantaran virus yang berpotensi mematikan itu dapat menyebar tanpa terdeteksi.
Hantavirus sendiri bisa terjadi lewat paparan hewan pengerat dan sanitasi yang buruk. Meskipun, saat ini semua pasien yang terinfeksi HFRS telah pulih.
Meskipun tidak perlu ada kekhawatiran publik pada tahap ini, para ahli kesehatan merekomendasikan untuk memperkuat pengawasan penyakit dan meningkatkan upaya pendidikan publik, dengan mencatat bahwa virus tersebut dapat menyebar secara diam-diam di daerah berisiko tinggi.
Lalu, apa itu hantavirus yang ditularkan oleh hewan?
“Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan pengerat, dan berdasarkan penelitian yang ada, belum ada penularan dari manusia ke manusia,” ungkap kementerian kesehatan dalam situsnya, Sabtu (28/6/2025).
HFRS terutama menyerang ginjal dan telah dilaporkan di tempat lain di Asia dan Eropa. Sindrom paru hantavirus (HPS), penyakit umum lainnya yang disebabkan oleh virus tersebut, menyerang paru-paru dan lebih umum terjadi di Amerika.
HPS baru-baru ini menjadi berita utama, setelah adanya laporan bahwa Betsy Arakawa, istri mendiang aktor Hollywood Gene Hackman, meninggal karena penyakit tersebut di rumahnya daerah New Mexico pada Februari tahun ini.
Diyakini bahwa rumah pasangan tersebut telah dipenuhi tikus dan kotoran tikus setelah polisi menemukan sarang hewan pengerat di properti tersebut. Angka kematian global akibat hantavirus bervariasi tergantung pada jenis galur virus, dengan angka kematian rata-rata berkisar antara 5%-15%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




