Hantavirus Mewabah di 4 Provinsi, Akankah Jadi Next Pandemi?
Sabtu, 28 Juni 2025 | 15:23 WIB
Ahli epidemiologi, dan pakar kesehatan masyarakat, Dicky Budiman, mengatakan bahwa delapan kasus HFRS kemungkinan baru terdeteksi karena penyakit lain yang tengah melonjak.
“Salah satu masalahnya adalah gejala hantavirus mirip dengan gejala leptospirosis, demam berdarah, dan sepsis, dan ini dapat menjadi penghalang untuk diagnosis dan pengobatan. Hantavirus belum banyak diteliti di Indonesia, tetapi beberapa penelitian kecil terhadap sampel darah menunjukkan antibodi hantavirus, yang menunjukkan bahwa beberapa orang di Indonesia sebelumnya telah terinfeksi,” katanya.
“Kemampuan kita untuk mendeteksi virus masih terbatas, begitu pula literasi masyarakat tentang penyakit ini. Penyakit ini endemik di beberapa negara dan, menurut pendapat saya, kemungkinan besar akan endemik di Indonesia.”
Menurutnya, perumahan padat penduduk memiliki potensi lebih besar, apalagi dengan pasar yang memiliki sanitasi buruk, serta area pertanian yang dikelola dengan buruk. Indonesia juga mengalami banjir yang meluas selama musim hujan, yang dapat menyebabkan peningkatan populasi tikus dan penularan hantavirus melalui hewan pengerat.
“Namun, yang terpenting sekarang adalah meyakinkan masyarakat bahwa ini belum sampai pada tahap yang memungkinkan terjadinya pandemi. Ini bukan pandemi baru, tetapi penyakit yang kemungkinan sudah ada sejak lama, seperti leptospirosis, dan kemungkinan hanya akan menyerang penduduk lokal,” kata Budiman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




