Buah Transformasi, BUMN Cetak Pendapatan Konsolidasi 2021 Rp 2.290 Triliun
Rabu, 28 September 2022 | 17:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Transformasi di tubuh BUMN memperlihatkan performa gemilang bukan hanya dari sisi bisnis model dan sumber daya manusia, tetapi juga dari laporan kinerja keuangan yang terkonsolidasi. Terbukti, sepanjang 2021, perusahaan-perusahaan pelat merah secara konsolidasi membukukan pendapatan Rp 2.290,5 triliun, tumbuh sebesar 18,8%.
"Kita lihat dari data-data laporan keuangan yang bisa kita share hari ini secara highlight revenue, kita ngomong 2021 belum bicara 2022, untuk tahun buku 2021, revenue meningkat 18,8% menjadi Rp 2.290,5 triliun. Angka ini sangat signifikan kalau kita bandingkan dengan APBN negara kita di sekitar Rp 2.500 triliun," ungkap Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers, Rabu (28/9/2022).
Dengan capaian kinerja tersebut, Erick menilai proporsi antara APBN dan pendapatan BUMN masih mirip. Bukan hanya revenue, peningkatan juga terjadi dari sisi EBITDA yang naik sebesar 20,4%.
Baca Juga: Ini 3 Pesan Erick Thohir untuk Para Direktur BUMN
"Jadi, kalau ada persepsi BUMN banyak utang, kita sudah persentasikan total utang BUMN dibandingkan investasi itu total utangnya Rp 1.500 triliun dan ekuitas atau modal investasi Rp 4.200 triliun. Artinya probablitias perbandingan kira-kira 35% antara utang dan ekuitas. Artinya BUMN sehat," tambah Erick.
Meski demikian, dirinya tidak memungkiri bahwa terdapat beberapa BUMN yang kurang sehat. Maka dari itu, Kementerian BUMN sejak awal telah membentuk portofolio bagi BUMN yang tidak masuk ke ekosistem, dimasukkan di bawah PT Danareksa (Persero) dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) (Persero).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




