Grant Thornton Indonesia Beberkan 3 Tips Hadapi Inflasi Bagi Milenial
Kamis, 29 September 2022 | 06:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Bank Dunia (World Bank) menyatakan kenaikan suku bunga yang terjadi serentak di seluruh dunia dalam rangka penanganan inflasi, berisiko menyebabkan resesi global dan krisis keuangan di berbagai belahan di dunia seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Uni Eropa, hingga Jepang.
Risiko global pertama yang berpotensi mendorong ekonomi ke jurang resesi adalah inflasi tinggi. Harga komoditas energi dan pangan terlihat masih terus naik dan bertahan di level tinggi. Ini tidak lepas dari dampak perang Ukraina-Rusia yang masih berlangsung sampai sekarang.
Baca Juga: Imbas Kenaikan Harga BBM, BI Proyeksi Inflasi 2022 Capai 6%
Hal ini pun mendorong Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga acuan setengah poin pada Juli lalu. Kemudian, menurut data yang diterbitkan badan statistik Uni Eropa, inflasi tahunan di 19 negara zona Euro juga ikut naik menjadi 8,9% di Juli yang meningkat dari angka Juni sebesar 8,6%.
Sementara itu, Amerika Serikat juga menghadapi inflasi 9,1%, ini tercatat tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Masalah serupa juga menghantui Tiongkok. Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok mencatat, inflasi Indeks Harga Produsen (IHP) naik ke level 8,3% pada Maret 2022.
Johanna Gani, CEO Grant Thornton Indonesia mengatakan, inflasi merupakan hal yang tak bisa dihindari, terutama melihat kondisi perekonomian global saat ini.
Baca Juga: Tekan Inflasi Pangan, Petani Milenial Subang Tanam Cabai
"Untuk mengantisipasi inflasi dan resesi global, tidak bisa hanya bergantung pada peran pemerintah saja, tetapi perlu juga dukungan masyarakat dalam menekan tingkat inflasi yang ada di negara ini," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




