ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Sebut Risiko Resesi Makin Rumit, Seperti Apa?

Kamis, 29 September 2022 | 19:59 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan laporan pemerintah terkait RUU APBN 2024 dalam rapat paripurna DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 29 September 2022.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan laporan pemerintah terkait RUU APBN 2024 dalam rapat paripurna DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 29 September 2022. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani indrawati menegaskan, tantangan pandemi Covid-19 saat ini belum selesai. Bahkan dunia saat ini juga dihadapkan dengan munculnya risiko baru yang makin kompleks dan rumit.

Ketegangan geopolitik antarnegara, telah menimbulkan perang dan disrupsi rantai pasok yang menyebabkan harga-harga komoditas pangan, energi, dan pupuk melambung tinggi.

"Ini mengakibatkan tingkat inflasi yang sangat tinggi di Amerika, Eropa, dan Inggris, yaitu inflasi terburuk dalam 40 tahun terakhir. Guncangan hebat ini mengancam daya beli rakyat dan pemulihan ekonomi Indonesia," kata Sri Mulyani saat membacakan pendapat akhir pemerintah terhadap Rancangan Undang-Undang APBN 2023, di gedung DPR RI, Kamis (29/9/20220).

Baca Juga: Krisis Inggris, Sri Mulyani: APBN Kuat Jadi Shock Absorber

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani menyampaikan, selama satu bulan terakhir, beberapa indikator bergerak sangat cepat. Harga minyak dunia dan CPO mengalami penurunan, sementara mata uang beberapa negara mengalami volatilitas yang luar biasa. Selama tahun 2022, nilai tukar mata uang berbagai negara terhadap dolar Amerika mengalami koreksi yang sangat tajam.

Yen Jepang telah mengalami depresiasi 25,8%, Renminbi China mengalami depresiasi 12,9%, dan Lira Turki mengalami depresiasi 38,6%. Demikian juga yang terjadi dengan negara-negara tetangga, Ringgit Malaysia terdepresiasi 10,7%, Baht Thailand terdepresiasi 14,1%, dan Peso Filipina terdepresiasi 15,7%. Dalam periode yang sama, nilai tukar rupiah juga mengalami depresiasi sebesar 6,1%.

"Kita juga menyaksikan bahwa inflasi di negara-negara maju yang sebelumnya selalu single digit atau mendekati 0% dalam 40 tahun terakhir, sekarang melonjak mencapai double digit. Bahkan inflasi di Turki mencapai 80,2% dan di Argentina mencapai 78,5%," ungkap Sri Mulyani.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Inflasi Sektor Pangan Menakutkan

Menurut Sri Mulyani, inflasi yang sangat tinggi ini telah mendorong respons kebijakan moneter terutama di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya, dengan sangat agresif menaikkan suku bunga yang menyebabkan gejolak di sektor keuangan dan arus modal keluar (capital outflow) dari negara-negara berkembang atau emerging hingga mencapai US$ 9,9 miliar atau setara Rp 148,1 triliun sampai dengan 22 September 2022. Hal ini menyebabkan tekanan pada nilai tukar di berbagai negara berkembang.

"The Fed baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, artinya sejak awal kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve sudah mencapai 300 basis poin. Kenaikan suku bunga di berbagai negara, terutama negara maju jelas akan meningkatkan cost of fund dan mengetatkan likuiditas yang harus kita waspadai secara sangat hati-hati," ujar Sri Mulyani.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

NASIONAL
Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

EKONOMI
6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

INTERNASIONAL
15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

INTERNASIONAL
Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

NASIONAL
Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon