Kawasan TOD Dukung Mobilitas dan Hemat Biaya Transportasi
Jumat, 30 September 2022 | 20:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Pemerintah menilai Semakin kompleksnya kemacetan lalu lintas dan tingginya biaya akibat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara berlebih memerlukan solusi konkret guna meminimalkan ketergantungan penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatkan pemanfaatan transportasi publik.
"Salah satu solusinya yaitu merancang pembangunan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Konsep TOD mengintegrasikan desain ruang kota untuk menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui konektivitas yang mudah dengan berjalan kaki atau bersepeda serta terintegrasi dengan transportasi publik ke seluruh kota," kata Analis Perekonomian Subbidang Perkeretaapian, Kedeputian Bidang Kemaritiman dan Investasi, Sekretariat Kabinet RI Mayke Kristika Antony Putri mengatakan seperti dikutip dalam keterangannya Jumat (30/9/2022).
Baca Juga: Wujudkan TOD City, Trans-Jababeka Gandeng 4 Provider Bus
Merujuk Permen Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN No 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit, Mayke mengatakan konsep kawasan TOD merupakan perancangan kota yang berkelanjutan untuk masyarakat. TOD dapat menjadi salah satu alternatif perancangan kota untuk pertumbuhan perekonomian daerah karena menggabungkan area hunian dengan komersial. "Perkembangan kota yang berorientasi TOD berpotensi mengurangi biaya transportasi dan mengatasi permasalahan lingkungan. Prinsip TOD menempatkan sarana komersial, permukiman, perkantoran, fasum dan fasos dalam jarak tempuh yang dekat," jelas Mayke.
Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menjelaskan konsep TOD memiliki sejumlah manfaat seperti meningkatnya pemakaian transportasi publik sehingga kemacetan menurun karena jumlah kendaraan tidak melebihi kapasitas jalan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan karena emisi berkurang.
Di Indonesia, implementasi konsep TOD ini sudah dilakukan pada tahun 2015, ketika jalur Mass Rapid Transit (MRT) pertama kali dibangun di Jakarta, dan berkembang hingga kini ketika Light Rail Transit (LRT) Jabodebek Tahap I dipersiapkan untuk beroperasi secara komersial tahun depan. Pemerintah juga bekerja sama dengan stakeholder untuk membuat kawasan TOD degan memaksimalkan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk pengembangan properti dengan kepadatan tinggi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




