Dana Cadangan Pangan Digunakan untuk Membeli Produk Petani
Jumat, 11 November 2022 | 09:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dana pinjaman berbunga murah untuk cadangan pangan pemerintah harus digunakan untuk membeli produk-produk petani di dalam negeri, bukan untuk impor.
Pemerintah kini memberikan subsidi bunga murah untuk pembentukan cadangan pangan tersebut, menyusul terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 153 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga Pinjaman dalam rangka Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.
Ketua Umum Wahana Masyarakat Tani Nelayan Indonesia (Wamti), Agusdin Pulungan, mengatakan PMK Nomor 153 Tahun 2022 tentang subsidi bunga pinjaman untuk Bulog dan BUMN Pangan untuk memperoleh cadangan pangan, dari komoditas yang ditetapkan dalam Perpres Nomor 125 Tahun 2022, adalah kebijakan pemerintah yanng baik.
Namun, untuk implementasi, terdapat hal-hal yang masih perlu ditetapkan terkait tata cara dan pengadaan cadangan pangan dan pengendaliannya.
"Ini pertama, pengadaan harus dilakukan dengan cara pembelian di dalam negeri terhadap pangan yang diproduksi petani dan tersedia di sentra-sentra produksi, seperti beras, jagung, bawang, cabai, daging ayam, daging ruminansia, gula, garam, dan ikan. Jadi, tidak impor," kata Agusdin Pulungan, di Jakarta, Kamis (10/11/2022).
Kedua, harga-harga pembelian beras dan pangan lainnya untuk cadangan tersebut nantinya harus diperhitungkan agar tetap menguntungkan petani dan terjangkau oleh daya beli konsumen. Ketiga, lanjut dia, harga konsumen harus menjadi terkendali di tingkat yang wajar.
Perjuangkan Petani di KTT G-20
Agusdin juga meminta agar pemerintah memanfaatkan KTT G-20 pada 15-16 November mendatang, di Bali, untuk memperjuangkan bantuan bagi petani Indonesia yang masih banyak terjebak dalam kemiskinan.
"Posisi Presidensi G-20 Indonesia ini sangat strategis. Ada dua hal penting yang perlu diperjuangankan pemerintah dalam KTT G-20. Pertama, mewujudkan komitmen pembiayaan bersama untuk perbaikan dan peningkatan daya saing dari sistem produksi dan suplpy chain produk petani Indonesia, yang memiliki better comparative advantage daripada negara G-20 yang lain. Ini seperti produk beras, ikan laut, garam, minyak kelapa sawit, dan bahkan juga gula tebu," katanya.
Adapun yang kedua adalah komitmen financing untuk hilirisasi dan international trade financing seperti fasilitas kredit ekspor, baik untuk produk pertanian, perkebunan, maupun perikanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




