OJK Ingin Startup dan Perusahaan Digital Makin Efisien
Jumat, 11 November 2022 | 11:09 WIB
Sedangkan poin ketiga, Mahendra menyorot perkembangan perekonomian Indonesia. Di tengah perlambatan ekonomi global, ekonomi Indonesia tumbuh kuat sebesar 5,72% year on year pada kuartal III-2022.
"Namun, perlu dipahami bahwa kita masih harus menghadapi scarring effect yang disebabkan masa pandemi, termasuk di beberapa bagian wilayah di Bali. Karena itu, OJK akan memberikan kebijakan yang mendukung Bali dan daerah sasaran khusus lainnya yang masih harus menghadapi scarring effect," beber dia.
Baca Juga: Wow, Jumlah Startup Indonesia Terbanyak Ke-6 di Dunia
Dia meyakini bahwa ekonomi nasional akan mempertahankan kinerja yang kuat di tahun depan dan seterusnya. Di antaranya karena faktor-faktor terkait jumlah penduduk, bonus demografi, dan potensi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
"Setiap kelompok masih memiliki banyak ruang untuk tumbuh dan berkembang. Hal itu akan menjadikan Indonesia sebagai jangkar kuat bagi pertumbuhan ekonomi regional di Asia, dan mungkin Asia sendiri bisa menjadi satu-satunya wilayah di dunia yang masih bisa menikmati pertumbuhan ekonomi yang sehat di tahun-tahun mendatang," kata dia.
Pada catatan itu, sambung dia, ekonomi digital Indonesia yang saat ini bernilai lebih dari US$ 70 miliar sudah menjadikannya yang tertinggi di Asia. Perolehan tersebut dalam jalur pertumbuhan yang sangat kuat untuk mencapai lebih dari US$ 330 miliar pada tahun 2030.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Hadirkan Explorise Pulse 2025, MDI Ventures Perkuat Kolaborasi Startup–BUMN untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




