ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kolaborasi dan Inovasi, Kunci Transformasi Digital Bidang Kesehatan

Selasa, 25 Juni 2024 | 06:35 WIB
YM
YM
Penulis: Yurike Metriani | Editor: YM
18th ISSA Forum for Technical Commissions: Technical workshop of the Collaborative Innovation Hub Project on the Internet of Medical Things yang digelar di Jenewa, Swiss pada Senin 24 Juni 2024.
18th ISSA Forum for Technical Commissions: Technical workshop of the Collaborative Innovation Hub Project on the Internet of Medical Things yang digelar di Jenewa, Swiss pada Senin 24 Juni 2024. (BPJS Kesehatan/Istimewa)

Jenewa, Beritasatu.com – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menegaskan pentingnya kolaborasi dengan seluruh anggota International Social Security Association (ISSA) untuk mendorong inovasi di bidang kesehatan. Inovasi ini, menurut Ghufron, dapat berdampak besar terhadap sistem jaminan kesehatan yang dijalankan.

Dalam kegiatan 18th ISSA Forum for Technical Commissions: Technical workshop of the Collaborative Innovation Hub Project on the Internet of Medical Things pada Senin (24/6/2024), Ghufron menaruh perhatian khusus pada transformasi pelayanan kesehatan melalui digitalisasi, khususnya Internet of Things (IoT). Dirinya meyakini bahwa pemanfaatan IoT memiliki potensi besar untuk menghadirkan sistem kesehatan yang mudah diakses dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta BPJS Kesehatan.

"Terdapat faktor-faktor penentu dalam melakukan transformasi kesehatan digital, sesuai dengan strategi global WHO untuk kesehatan digital tahun 2020-2025. Faktor-faktor tersebut meliputi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang teknologi informasi dan komunikasi, serta membuka akses bagi masyarakat untuk mengakses kebutuhan mereka dengan memanfaatkan internet," kata Ghufron.

ADVERTISEMENT

Ghufron optimis bahwa transformasi digital, khususnya dengan pemanfaatan IoT, dapat membawa perubahan besar dalam pelayanan kesehatan. Penerapan IoT di sektor kesehatan, menurutnya, dapat memberikan berbagai manfaat signifikan, seperti seperti peningkatan efisiensi layanan, pengawasan kesehatan yang lebih baik, dan kemudahan akses bagi masyarakat.

"Teknologi IoT juga memungkinkan kita untuk memonitor kondisi kesehatan pasien secara real-time dan memberikan intervensi medis yang lebih cepat dan tepat," ujarnya.

Ghufron juga menyadari bahwa penerapan inovasi yang berbasis digital dan memanfaatkan internet terdapat tantangan, khususnya terkait keamanan data, keterbatasan akses khusus di wilayah terpencil hingga keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, Ghufron mengajak para pemangku kepentingan di sektor kesehatan untuk bersama-sama mendukung inovasi digital ini.

"Kerja sama antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan perusahaan teknologi sangat penting untuk mewujudkan ekosistem kesehatan digital yang terpadu dan berkelanjutan," kata Ghufron.

Langkah BPJS Kesehatan dalam memanfaatkan teknologi digital dan IoT diharapkan dapat menjadi pendorong transformasi di sektor kesehatan Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan yang lebih baik dan mudah diakses.

"Harapannya, dengan adanya pertemuan ini bisa menghadirkan beragam inovasi lainnya yang bisa diadopsi oleh berbagai pihak dalam menyusun strategi pengembangan dalam implementasi digitalisasi layanan di bidang kesehatan," tutup Ghufron.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menaker Ingin Jaminan Sosial Juga Cakup Pekerja Informal

Menaker Ingin Jaminan Sosial Juga Cakup Pekerja Informal

NASIONAL
BPJS Kesehatan Anugerahkan Gelar Duta Kehormatan kepada Raffi Ahmad

BPJS Kesehatan Anugerahkan Gelar Duta Kehormatan kepada Raffi Ahmad

LIFESTYLE
Kembali ke Rutinitas, Perhatikan Kembali Asupan untuk Jaga Ginjal

Kembali ke Rutinitas, Perhatikan Kembali Asupan untuk Jaga Ginjal

LIFESTYLE
Kolaborasi BPJS Kesehatan dan TNI, Perkuat Akses Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil

Kolaborasi BPJS Kesehatan dan TNI, Perkuat Akses Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil

NASIONAL
Tak Lagi Dirujuk, Pasien Jantung BPJS Bisa Ditangani di Jepara

Tak Lagi Dirujuk, Pasien Jantung BPJS Bisa Ditangani di Jepara

JAWA TENGAH
BPJS Diminta Proaktif Soal Penonaktifan PBI JKN

BPJS Diminta Proaktif Soal Penonaktifan PBI JKN

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon