Menlu Rusia Sebut Soal Gaza Harus Jadi Isu Internasional Saat Ini
Selasa, 17 September 2024 | 12:41 WIB
Moskow, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan bahwa konflik di Gaza tidak dapat diabaikan oleh Dewan Keamanan PBB, mengingat hal ini adalah salah satu masalah internasional paling mendesak saat ini.
"Masalah ini tidak bisa diabaikan di Dewan Keamanan PBB, karena ini adalah isu internasional utama yang sangat penting. Tidak peduli bagaimana orang mencoba memandangnya dengan cara lain," kata Lavrov dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Mesir, Bady Abdelatty, di Moskow, seperti dilansir Anadolu, Senin (16/9/2024).
Lavrov menekankan bahwa Moskow mendukung segala langkah yang bertujuan untuk menghentikan kekerasan di Gaza secepat mungkin dan menciptakan gencatan senjata yang stabil dan permanen. Ia juga menyatakan bahwa Rusia dan Mesir bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama di Dewan Keamanan PBB.
"Masalah utamanya adalah Amerika Serikat tidak ingin menyetujui keputusan yang menunjukkan keinginan banyak pihak, yaitu menghentikan pertumpahan darah," ujar Lavrov.
Ia juga mengingat bahwa beberapa bulan lalu, AS telah menyerahkan rancangan resolusi terkait konflik Palestina-Israel di Dewan Keamanan PBB, yang menurutnya sangat tidak jelas.
"Namun, mereka (AS) mengeklaim bahwa ini sudah cukup, dan bahwa Israel menyetujui pendekatan ini, sehingga semuanya akan berjalan lancar. Kami meminta bukti dan juga meminta mitra kami dari Israel untuk memastikan persetujuan mereka atas isi dokumen Amerika tersebut," tambahnya.
Meski begitu, Lavrov mengatakan, AS menolak memberikan konfirmasi tersebut, yang membuat Rusia memilih untuk abstain dalam pemungutan suara alih-alih menggunakan hak veto, atas permintaan negara-negara Arab, termasuk Palestina, yang ingin memberi kesempatan pada dokumen yang diajukan oleh AS.
"Resolusi itu akhirnya disahkan, tetapi karena hanya di atas kertas, sampai sekarang tetap tak ada tindak lanjut. Tidak ada janji yang ditepati oleh AS, tetapi ini bukan berarti kita harus berhenti berupaya," kata Lavrov.
Ia juga menambahkan bahwa konflik ini berisiko menjadi perang berkepanjangan jika pihak-pihak terkait tidak mematuhi keputusan PBB mengenai pembentukan negara Palestina.
Sejak serangan lintas batas oleh kelompok Hamas yang menewaskan 1.200 orang, Israel telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina di Gaza, serta sekitar 250 orang ditawan sebagai sandera.
Diperkirakan ada 101 sandera yang masih berada di wilayah Gaza yang diblokade. Meski upaya untuk mencapai kesepakatan damai terus dilakukan, hasilnya masih belum tercapai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




