ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Populasi China Turun 3 Tahun Berturut-turut

Sabtu, 18 Januari 2025 | 11:09 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Orang tua mengajak anaknya untuk di sebuah pasar di Beijing, China, Kamis 16 Januari 2025.
Orang tua mengajak anaknya untuk di sebuah pasar di Beijing, China, Kamis 16 Januari 2025. (AP/AP)

Beijing, Beritasatu.com - Populasi China kembali mencatat penurunan pada tahun 2024 meskipun angka kelahiran menunjukkan sedikit peningkatan setelah mencatat rekor terendah pada tahun sebelumnya. Menurut data yang dirilis oleh biro statistik China (NBS) pada Jumat (17/1/2025), total populasi negara tersebut berkurang sebesar 1,39 juta, menjadi 1,408 miliar jiwa.

Ini merupakan tahun ketiga berturut-turut di mana populasi China mengalami penurunan. Pada tahun 2024, tercatat 9,54 juta bayi lahir, sedikit naik dari 9,02 juta pada tahun 2023. Namun, jumlah kematian mencapai 10,93 juta, menjadikannya angka kematian tertinggi dalam lima dekade terakhir.

Para ahli mengaitkan peningkatan angka kelahiran ini dengan dampak kebijakan keluarga berencana yang diperbarui pada tahun 2021, di mana pemerintah mulai mengizinkan pasangan memiliki hingga tiga anak. Faktor budaya juga berperan, mengingat tahun Naga, yang dianggap membawa keberuntungan, diyakini mendorong lebih banyak keluarga untuk memiliki anak.

ADVERTISEMENT

Namun, para pengamat menyebut bahwa kenaikan angka kelahiran ini bersifat sementara dan terbatas. Yuan Xin, Wakil Presiden Asosiasi Populasi China sekaligus profesor demografi di Universitas Nankai, menegaskan bahwa pemulihan kecil ini tidak cukup untuk mengatasi tren penurunan populasi jangka panjang.

“Populasi usia subur terus menurun drastis. Selain itu, semakin banyak pasangan yang memilih gaya hidup DINKS (dua penghasilan tanpa anak), kasus infertilitas meningkat, dan populasi lansia semakin memburuk,” jelas Yuan. 

Dengan lebih banyak kematian daripada kelahiran, pertumbuhan populasi negatif menjadi tak terelakkan.

Sejak 2021, pemerintah China bersama beberapa perusahaan besar telah menerapkan berbagai kebijakan promosi kelahiran. Kebijakan tersebut meliputi pemberian insentif seperti bonus keuangan, perpanjangan cuti melahirkan, pengurangan pajak, serta subsidi harga rumah. 

Namun, sejauh ini, upaya tersebut belum memberikan hasil yang signifikan untuk membalikkan tren penurunan populasi di China.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

China Dorong Kelahiran, Kondom hingga Jasa Mak Comblang Bebas Pajak

China Dorong Kelahiran, Kondom hingga Jasa Mak Comblang Bebas Pajak

INTERNASIONAL
Pasar Properti China Masih Tertekan, Populasi Turun Jadi Masalah Baru

Pasar Properti China Masih Tertekan, Populasi Turun Jadi Masalah Baru

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon