Terima Investasi China, Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari AS
Kamis, 3 April 2025 | 09:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengeluarkan kebijakan terkait tarif impor baru kepada beberapa negara di dunia, terutama Indonesia sebesar 32 persen. Alasannya Indonesia menerima begitu banyak investasi dari China.
Trump menyampaikan kebijakan barunya itu saat berpidato di Taman Mawar Gedung Putih dengan latar belakang bendera AS. Dalam pidatonya itu, Trump menyebut sebagai Hari Pembebasan.
Salah satu alasan Indonesia terkena tarif impor yang terbilang tinggi itu karena telah mendapatkan investasi signifikan dari China. Selain itu, menurut klaim Negeri Paman Sam tersebut, Indonesia semakin terintegrasi dengan rantai pasokan China.
"Selama bertahun-tahun, negara kita telah dieksploitasi oleh berbagai negara, baik sekutu maupun lawan. Tarif ini akan membuat Amerika kaya kembali," jelas Trump.
Menariknya, tarif impor untuk Indonesia lebih tinggi dari India, Jepang, Uni Eropa, Brunei, dan Singapura.
Berikut tarif impor yang ditetapkan AS kepada beberapa negara di dunia:
- 34% untuk impor dari Tiongkok (ditambah 20% tarif sebelumnya, total 54%)
- 20% untuk Uni Eropa
- 24% untuk Jepang
- 25% untuk Korea Selatan
- 26% untuk India
- 46% untuk Vietnam
- 24-49% untuk Thailand, Indonesia, Malaysia, Kamboja, dan Myanmar
- 24% untuk Brunei
- 10% untuk Singapura
- 32% untuk Taiwan (manufaktur cip)
- Tarif dasar 10% untuk Inggris dan beberapa negara lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




