ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wabah Campak Menyebar di AS, 2 Anak Meninggal, Kasus Melonjak

Senin, 7 April 2025 | 09:45 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Prosesi pemakaman korban kedua akibat wabah campak di negara bagian Texas, AS, pada Minggu, 6 April 2025.
Prosesi pemakaman korban kedua akibat wabah campak di negara bagian Texas, AS, pada Minggu, 6 April 2025. (AP/AP)

Austin, Beritasatu.com – Sebanyak dua anak dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi penyakit campak di Texas, AS, pada Minggu (6/4/2025) waktu setempat. Wabah campak yang menyerang anak-anak ini telah mengakibatkan hampir 500 kasus di Texas dan menyebar ke-22 negara bagian lainnya.

Korban wabah campak terbaru adalah seorang anak usia sekolah yang tidak divaksinasi dan tidak memiliki kondisi kesehatan bawaan. Anak tersebut meninggal pada Kamis (3/4/2025) di rumah sakit akibat gagal paru-paru yang disebabkan oleh infeksi campak, ungkap Departemen Layanan Kesehatan Negara Bagian Texas.

“Anak tersebut sedang menjalani perawatan untuk komplikasi akibat campak saat dirawat di rumah sakit,” kata Aaron Davis, juru bicara UMC Health System di Lubbock, Texas.

ADVERTISEMENT

Ini merupakan kematian anak kedua di Texas sejak wabah campak mulai merebak pada akhir Januari 2025.

Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Robert F Kennedy Jr, melalui akun X (dulu Twitter), mengidentifikasi korban sebagai Daisy Hildebrand (8 tahun). Meskipun dikenal sebagai tokoh yang sebelumnya bersikap skeptis terhadap vaksin, Kennedy menyatakan bahwa vaksinasi MMR adalah perlindungan terbaik terhadap campak.

“Cara paling efektif untuk mencegah penyebaran campak adalah vaksin MMR,” tulis Kennedy.

Ia mengungkapkan bahwa per 6 April, terdapat 642 kasus wabah campak yang dikonfirmasi, dengan 499 di antaranya terjadi di Texas.

Kennedy juga mengunjungi keluarga Hildebrand untuk menyampaikan belasungkawa. Ia menyebut mengenal keluarga Kayley Fehr, anak pertama yang meninggal akibat campak di Texas pada Februari lalu.

Sebelumnya, Kennedy merekomendasikan Vitamin A dan nutrisi baik sebagai pengobatan alternatif campak. Namun, para ahli memperingatkan bahwa dosis tinggi Vitamin A dapat menyebabkan toksisitas hati, dan bukan pengganti vaksinasi.

Senator AS dari Partai Republik Bill Cassidy, yang juga seorang dokter dan ketua Komite Kesehatan Senat, menyuarakan dukungannya terhadap vaksin campak.

"Semua orang harus divaksinasi," tulisnya di X.

“Pejabat tinggi kesehatan seharusnya menyampaikan hal itu lebih tegas sebelum ada korban jiwa lainnya," lanjutnya.

Cassidy sebelumnya telah meminta Kennedy untuk hadir dalam sidang Senat pada 10 April 2025 untuk membahas restrukturisasi Departemen Kesehatan AS. Namun, sidang tersebut ditunda karena belum memenuhi prosedur pemberitahuan yang ditentukan.

Sementara itu, Departemen Kesehatan Texas melaporkan lonjakan signifikan dengan 59 kasus baru dalam tiga hari, menaikkan total menjadi 481 kasus sejak Januari. Wabah campak juga terjadi di negara bagian lain seperti New Mexico dan Oklahoma. Di New Mexico, seorang dewasa yang tidak divaksinasi meninggal setelah dinyatakan positif campak pada Maret 2025.

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) melaporkan peningkatan mingguan sebanyak 124 kasus wabah campak secara nasional, sehingga total tahun ini mencapai 607 kasus, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KLB Campak di Sumenep, Dinkes Sisir Sekolah untuk Vaksinasi Massal

KLB Campak di Sumenep, Dinkes Sisir Sekolah untuk Vaksinasi Massal

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon