Wow, Pria Ini Nekat Suntikkan 856 Bisa Ular ke Tubuh demi Obat Penawar
Sabtu, 3 Mei 2025 | 12:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Demi temukan obat penawar untuk gigitan ular berbisa, seorang pria asal Wisconsin, Amerika Serikat, nekat menyuntikkan bisa ular ke tubuhnya sendiri sebanyak 856 kali selama 18 tahun. Aksinya sempat dianggap gila oleh banyak orang, tapi darahnya kini justru menjadi kunci dalam pengembangan antibisa universal yang bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Pria bernama Tim Friede ini dikenal lewat video-video nekatnya di YouTube. Video itu dibilang nekat karena ia berani menyuntikkan bisa ular ke tubuhnya.
Tidak hanya itu, ia juga mau dengan sengaja digigit oleh ular berbisa. Uniknya, dari ratusan aksi tersebut, Tim Friede sama sekali belum mati karena keracunan bisa ular.
Dikutip New Atlas, Sabtu (3/5/2025), di balik aksi ekstrem itu, ternyata Tim Friede punya misi besar yakni menemukan obat penawar yang efektif untuk semua jenis bisa ular.

“Selama hampir dua dekade, Friede menjalani proses imunisasi mandiri. Ia menyuntikkan bisa dari puluhan spesies ular secara bertahap, melatih sistem imunnya agar menghasilkan antibodi alami. Kini, antibodi dari tubuhnya diteliti para ilmuwan untuk menciptakan antibisa yang dapat melawan racun dari 19 jenis ular paling mematikan di dunia, seperti black mamba, hingga king kobra,” sebut New Atlas.
Saat ini para peneliti dari berbagai institusi telah mengisolasi antibodi dari darah Friede. Antibodi ini kemudian disuntikkan ke tikus yang terpapar bisa ular, untuk mengetahui seberapa kuat efek perlindungannya. Dari situ, ilmuwan berhasil mengidentifikasi dua antibodi paling efektif, lalu mencampurnya dengan molekul kecil bernama varespladib—yang dikenal bisa menghentikan kerja racun enzim ular.
Hasilnya mengejutkan: kombinasi tiga komponen ini mampu menetralisir bisa dari 13 dari 19 spesies ular, dan memberikan perlindungan sebagian terhadap enam sisanya. Ini menjadi langkah besar dalam upaya para ilmuwan demi temukan obat penawar yang benar-benar universal, mengingat satu jenis bisa ular saja bisa mengandung puluhan racun berbeda.
Peneliti utama, Jacob Glanville, mengatakan bahwa menambahkan satu komponen lagi ke dalam formula ini bisa memperluas cakupan perlindungan secara penuh. “Kami sudah sangat dekat,” ujarnya. “Kami yakin satu langkah lagi bisa membawa kita pada antibisa universal yang sesungguhnya,” sambungnya.
Darah Tim Friede juga memberikan solusi terhadap masalah besar dalam dunia medis: kebanyakan antibisa saat ini diproduksi dari darah hewan seperti kuda atau domba. Sayangnya, antibodi hewan seringkali menimbulkan reaksi negatif pada manusia, dan hanya bekerja pada ular-ular tertentu di wilayah terbatas.
Dengan menggunakan antibodi manusia seperti milik Tim Friede, formula yang dihasilkan lebih aman dan fleksibel. Karena dia telah terpapar bisa dari berbagai jenis ular di seluruh dunia, antibodi dalam tubuhnya pun bersifat lebih luas dan tidak terbatas wilayah.
Tim peneliti kini melanjutkan uji coba lanjutan dan tengah menyempurnakan komposisi antibisa ini. Mereka bahkan mempertimbangkan membuat dua versi antibisa universal: satu untuk keluarga ular elapid (seperti kobra dan mamba) dan satu untuk viperid (seperti ular derik dan viper Afrika).
Jika berhasil, antibisa dari darah Tim Friede bisa menggantikan puluhan jenis antibisa spesifik yang mahal dan sulit diakses, terutama di negara-negara dengan banyak spesies ular berbisa seperti India. Semua ini dimungkinkan karena satu orang yang rela mempertaruhkan tubuhnya sendiri demi temukan obat penawar bagi jutaan orang di seluruh dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




