Ada Bintik Matahari Raksasa Menghadap Bumi, Apa Bahayanya buat Kita?
Selasa, 13 Mei 2025 | 08:31 WIB
Houston, Beritasatu.com - Para ilmuwan baru-baru ini mengamati kemunculan bintik matahari raksasa AR 4079 yang terletak di dekat ekuator matahari. Bintik matahari ini memiliki diameter lebih dari 140.000 kilometer atau lebih dari 10 kali ukuran Bumi, dan menjadi indikator bahwa Matahari mungkin sedang memasuki fase paling aktif dalam siklusnya.
Diketahui, matahari merupakan bintang terpenting dalam tata surya. Selain menjadi pusat gravitasi yang menggerakkan seluruh benda langit, matahari juga menyumbang sekitar 99,8% dari total massa tata surya serta menyediakan energi dan panas yang mendukung kehidupan di Bumi.
Namun, meskipun sangat vital, aktivitas Matahari terkadang dapat berdampak negatif terhadap aktivitas manusia, terutama saat mencapai puncak siklusnya. Siklus Matahari memiliki periode sekitar 11 tahun, dan para astronom memprediksi bahwa puncak tertinggi dari siklus saat ini akan terjadi pada tahun 2025.
BACA JUGA
Ngeri! Ilmuwan Beri Gambaran yang Bakal Terjadi pada Bumi Saat Terdampak Semburan Matahari Super
Dalam wawancara dengan stasiun TV lokal 27 News di Topeka, Kansas, Brenda Culbertson duta besar dari Jet Propulsion Laboratory (NASA) menyatakan bahwa bintik matahari AR 4079 saat ini menghadap langsung ke Bumi. Jika terjadi lontaran massa koronal (coronal mass ejection/ CME), dampaknya bisa langsung terasa oleh planet kita.
Dampak dari CME yang signifikan meliputi peningkatan aktivitas aurora di wilayah kutub, gangguan medan magnet Bumi, serta potensi gangguan besar pada sistem kelistrikan, jaringan satelit, dan infrastruktur telekomunikasi global.
Saat ini, para astronom terus memantau aktivitas matahari guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya badai geomagnetik akibat lontaran massa koronal yang besar.
Sebagai informasi, siklus matahari merupakan periode 11 tahunan yang ditandai dengan fluktuasi jumlah bintik matahari di permukaannya. Selama periode ini, tingkat radiasi, ledakan suar matahari, dan aktivitas plasma mengalami variasi dari titik minimum hingga maksimum.
Fase maksimum dari siklus ini sering kali ditandai dengan munculnya bintik matahari raksasa yang biasanya diikuti oleh lontaran massa koronal dan fenomena lainnya yang dapat memengaruhi iklim Bumi, kehidupan biologis, hingga stabilitas infrastruktur teknologi manusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




