ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AHY Ungkap 3 Strategi Kemakmuran Pembangunan Asia Tenggara, Apa Saja?

Rabu, 21 Mei 2025 | 10:40 WIB
EM
SM
Penulis: Erfan Maruf | Editor: SMR
 Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pembicara utama dalam forum Southeast Asia Summit on Prosperity and Sustainability di Universitas Stanford, Amerika Serikat, Selasa (20/5/2025) waktu setempat.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pembicara utama dalam forum Southeast Asia Summit on Prosperity and Sustainability di Universitas Stanford, Amerika Serikat, Selasa (20/5/2025) waktu setempat. (Beritasatu.com/Kemenko IKP)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan tiga strategi utama untuk mendorong kemakmuran yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat menjadi pembicara utama dalam forum Southeast Asia Summit on Prosperity and Sustainability di Universitas Stanford, Amerika Serikat, Selasa (20/5/2025) waktu setempat.

Pertama, AHY menekankan pentingnya mengintegrasikan keberlanjutan dengan kemakmuran. Ia menyebut transisi hijau harus dilihat sebagai peluang menuju masa depan yang lebih baik, bukan beban. 

Menko AHY juga menyoroti perlunya solusi iklim yang adil dan dapat diakses, terutama bagi kelompok rentan seperti petani dan pekerja.

ADVERTISEMENT

"Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, telah mengadopsi strategi pembangunan yang mengintegrasikan ketahanan pangan, energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim," ujar AHY.

Kedua, AHY menyoroti pentingnya menghubungkan inovasi global dengan aksi lokal. Di tengah percepatan teknologi, AHY menekankan kemajuan hanya akan bermanfaat jika mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Teknologi seperti kecerdasan buatan, fintech, dan energi terbarukan, menurut AHY, harus dikembangkan bersama komunitas dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

"Teknologi dan inovasi seharusnya memberdayakan manusia, tidak boleh menggantikan atau meminggirkan," tegasnya.

Ketiga, imperatif yang disampaikan AHY adalah pentingnya memperkuat kerja sama regional. Ia menilai tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi risiko sistemik seperti perubahan iklim, disrupsi rantai pasok, dan krisis pangan secara sendiri-sendiri.

Karena itu, ASEAN harus berperan sebagai platform pemecahan masalah yang efektif, bukan sekadar forum konsensus.

“Kita harus melangkah lebih jauh dengan memperkuat kapasitas kelembagaan, memperdalam kolaborasi antara sektor publik dan swasta, serta mempercepat inisiatif lintas negara,” ujar AHY. 

AHY juga menekankan pentingnya komitmen terhadap multilateralisme dan perdamaian regional agar rivalitas kekuatan besar tidak menghambat kemajuan kawasan.

"Indonesia siap berperan aktif sebagai penghubung strategis dan motor penggerak agenda pembangunan inklusif dan berkelanjutan di kawasan," ujarnya.

Indonesia Siapkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

Menko AHY juga menyampaikan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar keempat di dunia dan jembatan alami antara Asia, Afrika, dan Pasifik, siap membentuk agenda pembangunan yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga adil.

Dalam pidatonya dalam forum yang turut dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, AHY menyerukan tiga imperatif utama untuk masa depan Asia Tenggara, yakni mengintegrasikan keberlanjutan dengan kemakmuran, menghubungkan inovasi global dengan aksi lokal, dan memperkuat kerja sama regional dengan ASEAN sebagai pusatnya.

“Mari kita bersatu dalam tujuan dan teguh dalam tindakan untuk membangun Asia Tenggara yang tangguh dan adil,” ujar ketua umum Partai Demokrat itu.

Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata dunia dan kelas menengah yang berkembang pesat, Asia Tenggara berpeluang besar untuk memimpin transformasi global yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dalam konteks Indonesia, AHY memaparkan langkah-langkah yang tengah diambil oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di antaranya, adalah penguatan ketahanan pangan dan air, percepatan energi terbarukan seperti panas bumi dan waste-to-energy, serta pembangunan infrastruktur tahan iklim untuk menghadapi tekanan urbanisasi dan perubahan iklim.

“Transisi hijau harus menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik, bukan sekadar target teknokratis. Solusi harus pragmatis, adil, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Menko AHY juga menggarisbawahi pentingnya menjembatani teknologi global dengan kebutuhan lokal. 

“Kita tidak hanya butuh inovasi yang cepat, tetapi juga distribusi yang adil. Teknologi harus dirancang bersama komunitas, bukan hanya dibawa dari luar,” kata AHY.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

SBY dan AHY Nobar Film Children of Heaven Bersama Anak Panti Asuhan

SBY dan AHY Nobar Film Children of Heaven Bersama Anak Panti Asuhan

NASIONAL
AHY Tak Ingin Renovasi Sekolah Lupakan Perbaikan Toilet

AHY Tak Ingin Renovasi Sekolah Lupakan Perbaikan Toilet

NASIONAL
AHY Akan Resmikan Gerakan Ayo Muliakan Sungai di Bantaran Ciliwung Bogor

AHY Akan Resmikan Gerakan Ayo Muliakan Sungai di Bantaran Ciliwung Bogor

NASIONAL
Partai Demokrat Ajak Publik Jaga Ruang Demokrasi yang Beradab

Partai Demokrat Ajak Publik Jaga Ruang Demokrasi yang Beradab

NASIONAL
Indonesia Gandeng Rusia Perkuat Logistik dan Transportasi

Indonesia Gandeng Rusia Perkuat Logistik dan Transportasi

EKONOMI
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Anggotanya

AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Anggotanya

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon