ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Elon Musk Tuding PBB Bungkam Kebebasan Berpendapat

Rabu, 4 Juni 2025 | 11:06 WIB
A
R
Penulis: Antara | Editor: RZL
Aksi Elon Musk yang mengundang kontroversi saat ia melakukan salam Nazi di Washington.
Aksi Elon Musk yang mengundang kontroversi saat ia melakukan salam Nazi di Washington. (YouTube.com/The Telegraph)

Jakarta, Beritasatu.com - Miliarder dan pengusaha teknologi asal Amerika Serikat, Elon Musk, secara terbuka menyatakan dukungan terhadap tudingan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah membungkam kebebasan berpendapat.

Lewat unggahan di platform media sosial miliknya, X, pada Selasa (3/6/2025), Musk menyerukan agar pendanaan untuk PBB dihentikan.

"Hentikan pendanaan PBB," tulis Musk sebagai respons terhadap unggahan seorang pengguna X yang mengeklaim PBB "baru saja menyatakan perang terhadap kebebasan berbicara."

ADVERTISEMENT

Unggahan tersebut juga melampirkan cuplikan video pidato Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang menyoroti peran platform digital.

Dalam video yang diduga direkam pada Juni 2023 itu, Guterres menyatakan platform digital telah disalahgunakan untuk menyebarkan disinformasi, menyesatkan sains, dan menyulut ujaran kebencian ke miliaran orang. Ia menyerukan kerja sama global yang terkoordinasi untuk menghadapi ancaman tersebut.

Guterres juga menjabarkan inisiatif PBB melalui Ringkasan Kebijakan tentang Integritas Informasi pada Platform Digital (Policy Brief on Information Integrity on Digital Platforms), yang menjadi acuan dalam membangun respons internasional terhadap penyalahgunaan informasi di dunia digital.

Sementara itu, pada akhir Februari lalu, sejumlah senator dari Partai Republik di Amerika Serikat mengajukan rancangan undang-undang (RUU) untuk menarik penuh AS dari keanggotaan PBB. Usulan tersebut juga mencakup penghentian seluruh pendanaan AS kepada lembaga internasional itu dan pelarangan keterlibatan dalam misi penjaga perdamaian PBB.

Presiden AS Donald Trump turut mengusulkan penghentian sebagian besar kontribusi AS kepada PBB dalam rancangan anggaran tahun fiskal 2026. Ia mengincar pemangkasan dana sekitar US$ 1,6 miliar dolar (setara Rp 26 triliun) yang dialokasikan untuk misi penjaga perdamaian PBB, yang menurutnya boros, gagal, dan membebani anggaran AS secara tidak proporsional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Elon Musk Kantongi Rp 2.528 T dari Tesla, 5.745 Kali Gaji Bos Ford!

Elon Musk Kantongi Rp 2.528 T dari Tesla, 5.745 Kali Gaji Bos Ford!

OTOTEKNO
Reaksi Elon Musk hingga Dana White Soal Penembakan Trump

Reaksi Elon Musk hingga Dana White Soal Penembakan Trump

INTERNASIONAL
XChat Meluncur! Ini 6 Fitur Aplikasi Chat Milik Elon Musk Pesaing WA

XChat Meluncur! Ini 6 Fitur Aplikasi Chat Milik Elon Musk Pesaing WA

OTOTEKNO
XChat Resmi Hadir di iOS, Ini Fitur Unggulannya

XChat Resmi Hadir di iOS, Ini Fitur Unggulannya

OTOTEKNO
Pendapatan Tesla Naik 16 Persen, AI dan Robotaxi Jadi Mesin Baru

Pendapatan Tesla Naik 16 Persen, AI dan Robotaxi Jadi Mesin Baru

EKONOMI
Xiaomi Rekrut Mantan Anak Buah Elon Musk untuk Genjot Penjualan EV

Xiaomi Rekrut Mantan Anak Buah Elon Musk untuk Genjot Penjualan EV

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon