ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gelombang Protes Imigrasi Landa LA, Trump Kerahkan Garda Nasional

Senin, 9 Juni 2025 | 19:59 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Para pengunjuk rasa terlihat di pusat Kota Los Angeles, Minggu, 8 Juni 2025.
Para pengunjuk rasa terlihat di pusat Kota Los Angeles, Minggu, 8 Juni 2025. (AP/AP)

Los Angeles, Beritasatu.com  – Gelombang protes mengguncang Los Angeles (LA) sejak Jumat (6/6/2025) menyusul penggerebekan oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE). Ketegangan meningkat ketika Presiden Donald Trump memerintahkan pengerahan 2.000 personel Garda Nasional ke kota tersebut, sebuah langkah kontroversial yang ditentang oleh Gubernur California, Gavin Newsom.

Newsom menyebut langkah itu sebagai sengaja menghasut dan melanggar hukum. Ketegangan politik pun mencuat di tengah demonstrasi yang berkembang menjadi konfrontasi terbuka antara aparat federal dan warga.

Trump menjadikan pemberantasan migrasi ilegal sebagai prioritas. Pada 9 Juni, ICE melaksanakan penggerebekan di berbagai lokasi di Los Angeles, termasuk di distrik mode, tempat parkir Home Depot, dan area lainnya, dengan lebih dari 100 imigran ditangkap dalam sepekan.

ADVERTISEMENT

Aksi protes mulai terjadi sejak Jumat malam, dengan lebih dari ribuan demonstran berkumpul di depan kantor imigrasi dan pusat penahanan di pusat kota Los Angeles. Polisi menyatakan aksi tersebut sebagai perkumpulan yang melanggar hukum dan memerintahkan massa untuk membubarkan diri. Aparat kemudian menggunakan granat kejut untuk membubarkan massa, sementara kendaraan polisi dan pasukan anti huru-hara dikerahkan.

Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan bahwa ada sekitar 1.000 perusuh dalam protes malam itu. Keesokan harinya, bentrokan kembali terjadi antara agen keamanan federal dan ratusan pengunjuk rasa di Los Angeles bagian tenggara, serta demonstrasi lanjutan di pusat kota yang melibatkan sekitar 60 orang.

Polisi menahan sejumlah demonstran karena tidak mematuhi perintah untuk bubar. Melalui media sosial X, Kepolisian Los Angeles menegaskan bahwa peringatan telah diberikan berkali-kali.

Trump menandatangani memorandum presiden pada Sabtu (7/6/2025), yang menginstruksikan pengerahan Garda Nasional untuk mengatasi apa yang ia sebut sebagai pelanggaran hukum yang dibiarkan berkembang biak. Pasukan mulai bertugas pada Minggu (8/6/2025), menjaga gedung-gedung federal di tengah bentrokan lanjutan.

Beberapa aksi protes dinyatakan sebagai pertemuan ilegal, dengan tuduhan bahwa sejumlah demonstran melempar proyektil beton, botol, dan benda lain ke arah petugas.

Meskipun penggerebekan ICE di kota-kota lain sempat memicu protes kecil, insiden di Los Angeles menjadi yang paling besar dan berkelanjutan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan imigrasi Presiden Trump.

Garda Nasional, sebagai bagian dari Cadangan Angkatan Bersenjata AS, umumnya dikerahkan oleh gubernur negara bagian. Namun, Trump memanfaatkan Judul 10 Kode AS, yang mengizinkan presiden untuk mengambil alih komando Garda Nasional dalam kondisi seperti invasi, pemberontakan, atau ketika hukum federal tidak dapat ditegakkan oleh pasukan reguler.

Langkah ini dinilai kontroversial karena Undang-Undang tahun 1878 secara umum melarang militer AS, termasuk Garda Nasional, untuk terlibat dalam penegakan hukum sipil. Meski begitu, pasukan masih dapat digunakan untuk melindungi properti federal dan agen yang sedang bertugas, seperti petugas ICE. Artinya, Garda Nasional tidak dapat menangkap pengunjuk rasa, tetapi dapat menjaga fasilitas dan personel federal.

Para pakar hukum mempertanyakan legalitas penggunaan Judul 10 dalam kasus ini, menyebutnya sebagai tindakan provokatif dan gegabah, terutama karena tidak ada dukungan dari gubernur setempat. Mereka juga menilai bahwa eskalasi di Los Angeles belum mencapai level pemberontakan yang dapat membenarkan tindakan tersebut.

Trump bahkan menyebut ada orang-orang yang melakukan kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Los Angeles dan menegaskan bahwa mereka tidak akan lolos begitu saja. Ia dikabarkan mempertimbangkan opsi menerapkan Undang-Undang Pemberontakan, yang memungkinkan pengerahan pasukan untuk penegakan hukum sipil secara langsung, meskipun hal ini jarang digunakan.

Preseden terakhir dari penerapan Undang-Undang Pemberontakan terjadi pada tahun 1992 oleh Presiden George HW Bush atas permintaan gubernur California saat itu, guna meredam kerusuhan usai putusan kasus Rodney King.

Gubernur Newsom telah mengecam keras langkah Trump, dan secara resmi meminta pembatalan pengerahan Garda Nasional yang disebutnya melanggar hukum. Ia juga menuntut agar pasukan dikembalikan ke dalam kendali negara bagian.

Ketegangan antara pemerintah pusat dan negara bagian atas penanganan isu imigrasi ini menyoroti tantangan konstitusional dalam penegakan hukum di tengah meningkatnya protes publik terhadap kebijakan imigrasi yang keras.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Marinir AS Dikerahkan Trump untuk Atasi Kerusuhan Los Angeles

Marinir AS Dikerahkan Trump untuk Atasi Kerusuhan Los Angeles

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon