Rudal Iran Gempur Wilayah Selatan Israel Picu Pemadaman Listrik Masif
Senin, 23 Juni 2025 | 17:56 WIB
Yerusalem, Beritasatu.com — Militer Israel mengungkapkan bahwa Iran meluncurkan sekitar enam hingga tujuh rudal dalam empat gelombang serangan yang berlangsung selama hampir 40 menit, menyebabkan pemadaman listrik pada sejumlah wilayah selatan Israel.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam pernyataannya pada Senin (23/6/2025), menyebutkan bahwa serangan tersebut menjadi salah satu yang terpanjang sejak konflik langsung antara Iran dan Israel pecah 10 hari sebelumnya.
Pihak Israel belum menerima laporan adanya korban jiwa dalam insiden ini. Sebagian peluru jatuh atau meledak di area terbuka. Namun, salah satu peluru menghantam dekat fasilitas strategis di wilayah selatan Israel, yang berdampak pada pasokan listrik di kota-kota sekitar.
Menurut Perusahaan Listrik Israel (IEC), serangan tersebut menyebabkan gangguan besar terhadap jaringan distribusi listrik.
"Tim khusus sudah dikerahkan ke lapangan untuk memulihkan pasokan listrik sesegera mungkin. Kami berkoordinasi dengan pasukan keamanan untuk memperbaiki infrastruktur dan menyingkirkan bahaya," demikian pernyataan resmi dari IEC.
Sejak meletusnya konflik pada Jumat (13/6/2025), Iran secara konsisten meluncurkan rudal ke arah Israel sebagai bentuk pembalasan terhadap serangan udara yang dilakukan oleh Tel Aviv. Dalam beberapa hari terakhir, Teheran mulai mengurangi jumlah rudal per serangan, namun menggantinya dengan penggunaan rudal yang lebih canggih dan akurat untuk menghantam pusat keamanan militer Israel.
Dalam serangan sebelumnya pada Minggu (22/6/2025), atau serangan pertama sejak Amerika Serikat menggempur sejumlah fasilitas nuklir di Iran, sekitar 27 rudal balistik diluncurkan dalam dua gelombang, menargetkan sedikitnya 10 wilayah di bagian utara dan tengah Israel. Akibat serangan itu, 11 orang dilaporkan terluka.
Para analis meyakini bahwa strategi Iran adalah memperpanjang konflik guna menimbulkan kerusakan maksimal di pihak Israel. Langkah ini dilakukan agar Tel Aviv mengalami tekanan ekonomi dan militer yang meningkat, sementara Iran sendiri dinilai tidak memiliki banyak hal lagi untuk dikorbankan.
Beberapa pakar pertahanan juga menilai bahwa Iran pada tahap awal menggunakan rudal balistik lama dalam jumlah besar untuk membebani sistem pertahanan udara Israel. Setelah pertahanan musuh melemah akibat kehabisan rudal pencegat yang mahal, barulah Iran mengerahkan senjata modern dengan daya tembus lebih tinggi.
Eskalasi ini menunjukkan bahwa konflik Iran-Israel belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dan berpotensi meluas lebih jauh di kawasan Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




