ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ribut dengan Trump Bikin Aset Elon Musk Anjlok Rp 198 Triliun

Rabu, 2 Juli 2025 | 17:38 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama miliarder teknologi Elon Musk.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama miliarder teknologi Elon Musk. (AP/Alex Brandon)

San Francisco, Beritasatu.com — Dalam waktu kurang dari satu bulan, Elon Musk dua kali terlibat perseteruan sengit dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Imbasnya, kekayaan bersih CEO Tesla itu merosot drastis dan risiko bisnisnya kian membesar.

Pada penutupan perdagangan 1 Juli, saham Tesla turun 5,3%atau terendah dalam tiga minggu terakhir. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, nilai kekayaan Elon Musk menyusut sebesar US$ 12,1 miliar (sekitar Rp 198 triliun), menjadikannya miliarder dengan kerugian terbesar dalam satu hari secara global.

Penurunan ini terjadi setelah Musk kembali mengkritik RUU pemangkasan pajak dan belanja versi Trump yang dijuluki “big, beautiful bill” (OBBBA). RUU tersebut menghapus subsidi kendaraan listrik, kebijakan yang selama ini menguntungkan Tesla. Musk bahkan mengancam akan membentuk partai politik baru, America Party, jika RUU itu disahkan.

ADVERTISEMENT

Menjelang Rabu (2/7/2025) siang, Senat AS mengesahkan RUU OBBBA dengan margin suara tipis. Tak lama kemudian, Trump memperingatkan akan menghentikan semua subsidi pemerintah federal kepada perusahaan-perusahaan milik Musk, menandai eskalasi terbaru dalam perseteruan publik keduanya.

“Dia kehilangan insentif mobil listrik. Dia kesal, tapi bisa kehilangan lebih banyak lagi,” kata Trump dari Gedung Putih.

Di platform Truth Social, Trump menambahkan, tidak ada lagi peluncuran roket, satelit, atau mobil listrik. "Negara kita akan menghemat banyak uang,” katanya.

Sebelum mundur dari politik akhir Mei lalu, Musk memimpin Office of Government Efficiency (DOGE), lembaga yang dibentuk untuk memangkas pengeluaran federal. Kini, Trump menyatakan DOGE bisa saja menyasar subsidi bagi perusahaan-perusahaan Musk. “DOGE itu monster yang bisa balik menyerang Elon,” ucapnya.

Merespons ancaman tersebut, Musk menulis di platform X. “Saya serius, hentikan semua ini. Sekarang," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa ketegangan ini bisa meningkat, tetapi memilih untuk menahan diri untuk sementara.

Meski Musk menyuarakan bahwa subsidi seharusnya dihapuskan, Tesla justru mendapat keuntungan besar dari berbagai insentif pajak dan dukungan pemerintah di sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan. Menurut Reuters, jika subsidi dihapus, laba Tesla bisa menyusut hingga US$ 1,2 miliar atau sekitar 17% dari pendapatan operasional 2024.

Pemerintahan Trump mengontrol banyak program subsidi ini, termasuk insentif senilai US$ 7.500 (sekitar Rp 123 juta) bagi pembeli atau penyewa mobil listrik. Di Truth Social, Trump menulis, tanpa subsidi, Elon mungkin harus menutup bisnisnya dan kembali ke Afrika Selatan.

CEO The Future Fund Gary Black, yang merupakan investor lama Tesla, mengumumkan akan menjual seluruh saham Tesla miliknya. “Kehilangan insentif pajak ini pukulan besar bagi Tesla. Saya tak paham mengapa Musk berpikir menentang RUU Trump tidak akan berdampak,” ujarnya kepada Reuters.

Perselisihan Musk dan Trump soal RUU OBBBA sebenarnya sudah mencuat sejak awal Juni. Ketika itu, Musk menyebut RUU sebagai sangat cacat, dan Trump membalas dengan mengancam akan memutus semua kontrak pemerintah dengan perusahaan-perusahaan Musk. Ancaman tersebut membuat saham Tesla anjlok lebih dari 14% dalam satu hari, menyusutkan kapitalisasi pasar hingga US$ 152 miliar dan kekayaan Musk sebesar US$ 34 miliar.

Meski ketegangan sempat mereda, perseteruan baru di awal Juli ini kembali memperbesar risiko terhadap masa depan kerajaan bisnis Musk. Analis menilai, masa depan Tesla sangat bertumpu pada proyek robotaxi yang sedang diuji coba di Austin, Texas. Namun, realisasi proyek ini sangat tergantung pada regulasi kendaraan otonom yang berada di bawah kewenangan Departemen Transportasi AS.

“Penilaian Tesla saat ini bergantung pada kemajuan teknologi otonom mereka. Mungkin belum ada perubahan besar sekarang, tapi risikonya jelas ada,” ujar Gene Munster dari Deepwater Asset Management.

Tesla juga memperoleh pendapatan besar dari penjualan kredit emisi kepada produsen mobil yang belum memenuhi standar lingkungan. Tanpa pendapatan ini, Tesla diprediksi akan mengalami kerugian pada kuartal pertama. Para analis memperkirakan kuartal kedua juga akan menjadi periode sulit bagi perusahaan.

Musk mengakui boikot konsumen karena sikap politiknya berdampak pada penjualan. Namun ia lebih menyalahkan faktor lain, yakni banyak konsumen yang menunggu versi baru dari SUV Model Y sehingga menunda pembelian dalam beberapa bulan terakhir.

Ironisnya, meski model baru itu telah dirilis, penjualan tetap lesu. Data terbaru menunjukkan penjualan Tesla di Eropa pada Mei turun 28% dibanding tahun lalu, penurunan bulanan kelima secara berturut-turut.

Perang komentar di media sosial antara Musk dan Trump kini menjadi ancaman nyata bagi bisnis Musk. Di satu sisi, konsumen enggan membeli karena asosiasi masa lalu Musk dengan Trump. Di sisi lain, permusuhan mereka kini juga membahayakan akses Musk terhadap dukungan pemerintah.

“Di dunia yang aneh ini, dia berhasil membuat dua sisi berbalik melawannya. Kedengarannya mustahil, tapi Elon melakukannya,” kata analis keuangan Dan Ives dari Wedbush Securities.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Elon Musk Kantongi Rp 2.528 T dari Tesla, 5.745 Kali Gaji Bos Ford!

Elon Musk Kantongi Rp 2.528 T dari Tesla, 5.745 Kali Gaji Bos Ford!

OTOTEKNO
Reaksi Elon Musk hingga Dana White Soal Penembakan Trump

Reaksi Elon Musk hingga Dana White Soal Penembakan Trump

INTERNASIONAL
XChat Meluncur! Ini 6 Fitur Aplikasi Chat Milik Elon Musk Pesaing WA

XChat Meluncur! Ini 6 Fitur Aplikasi Chat Milik Elon Musk Pesaing WA

OTOTEKNO
XChat Resmi Hadir di iOS, Ini Fitur Unggulannya

XChat Resmi Hadir di iOS, Ini Fitur Unggulannya

OTOTEKNO
Pendapatan Tesla Naik 16 Persen, AI dan Robotaxi Jadi Mesin Baru

Pendapatan Tesla Naik 16 Persen, AI dan Robotaxi Jadi Mesin Baru

EKONOMI
Xiaomi Rekrut Mantan Anak Buah Elon Musk untuk Genjot Penjualan EV

Xiaomi Rekrut Mantan Anak Buah Elon Musk untuk Genjot Penjualan EV

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon