ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Elon Musk Siapkan Dana untuk Anggota Kongres yang Tolak RUU Trump

Rabu, 2 Juli 2025 | 18:12 WIB
TB
B
Penulis: Tim BeritaSatu | Editor: B1
Elon Musk.
Elon Musk. (Antara/Maulana Surya)

Washington, Beritasatu.com — Miliarder Elon Musk mengumumkan akan memberikan sumbangan untuk kampanye pemilihan ulang anggota Kongres Thomas Massie, yang dikenal karena menentang Rancangan Undang-Undang (RUU) belanja besar usulan Presiden Donald Trump.

Pernyataan Musk muncul sebagai respons atas unggahan mantan kandidat DPR AS Bryce Lipscomb, di media sosial pada Selasa (1/7/2025). Lipscomb menanyakan siapa yang bersedia menyumbang untuk kampanye Thomas Massie, salah seorang dari dua anggota Partai Republik yang menolak mendukung RUU belanja yang dijuluki Trump sebagai RUU besar dan indah.

“Saya,” jawab Elon Musk singkat di kolom komentar unggahan tersebut.

ADVERTISEMENT

Massie kemudian membagikan artikel Fox News mengenai dukungan Musk. CEO Tesla dan SpaceX itu kembali merespons dengan menulis, “Anda hebat.”

Anggota Kongres Thomas Massie membalas dengan menyampaikan apresiasi. “Anda sangat baik, terima kasih! Bagian dari tugas saya adalah menghentikan pemerintah melakukan hal-hal yang merugikan para insinyur dan pengusaha yang sedang berusaha membuat dunia menjadi lebih baik. Saya rasa tidak banyak yang menyadari kontribusi Anda dan tim Anda bagi peradaban,” tulisnya.

Selain menentang RUU belanja Trump, Massie juga mengkritik serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada dini hari 22 Juni. Ia menekankan bahwa Konstitusi AS tidak memberikan kewenangan kepada cabang eksekutif untuk secara sewenang-wenang melancarkan perang terhadap negara berdaulat, kecuali negara tersebut menyerang lebih dulu.

RUU Pemotongan Pajak dan Pengeluaran yang Besar dan Indah (OBBBA) telah disahkan Senat AS pada 1 Juli. Para pendukung Trump berharap RUU tersebut segera mendapat persetujuan dari DPR dan ditandatangani oleh Presiden sebelum Hari Kemerdekaan AS pada Jumat (4/7/2025).

RUU ini menjadi fondasi anggaran guna merealisasikan janji kampanye Trump, seperti memperpanjang pemotongan pajak penghasilan dan pajak korporasi yang diberlakukan sejak 2017, meningkatkan belanja militer, serta memperketat pengamanan perbatasan.

Namun, Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) dalam analisanya pekan lalu menyebutkan bahwa RUU ini berpotensi menambah defisit anggaran federal sebesar US$ 3,3 triliun (sekitar Rp 54.000 triliun) dalam satu dekade ke depan.

Beberapa anggota Partai Republik menyuarakan kekhawatiran terkait dampak jangka panjang terhadap utang nasional, serta potensi pemangkasan terhadap program jaminan kesehatan Medicaid.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Elon Musk Kantongi Rp 2.528 T dari Tesla, 5.745 Kali Gaji Bos Ford!

Elon Musk Kantongi Rp 2.528 T dari Tesla, 5.745 Kali Gaji Bos Ford!

OTOTEKNO
Reaksi Elon Musk hingga Dana White Soal Penembakan Trump

Reaksi Elon Musk hingga Dana White Soal Penembakan Trump

INTERNASIONAL
XChat Meluncur! Ini 6 Fitur Aplikasi Chat Milik Elon Musk Pesaing WA

XChat Meluncur! Ini 6 Fitur Aplikasi Chat Milik Elon Musk Pesaing WA

OTOTEKNO
XChat Resmi Hadir di iOS, Ini Fitur Unggulannya

XChat Resmi Hadir di iOS, Ini Fitur Unggulannya

OTOTEKNO
Pendapatan Tesla Naik 16 Persen, AI dan Robotaxi Jadi Mesin Baru

Pendapatan Tesla Naik 16 Persen, AI dan Robotaxi Jadi Mesin Baru

EKONOMI
Xiaomi Rekrut Mantan Anak Buah Elon Musk untuk Genjot Penjualan EV

Xiaomi Rekrut Mantan Anak Buah Elon Musk untuk Genjot Penjualan EV

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon