ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Vladimir Putin Pernah Jadi Sopir, 7 Pemimpin Dunia Ini Dulunya Buruh

Senin, 7 Juli 2025 | 13:55 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Banyak pemimpin dunia ternyata berasal dari kalangan buruh.
Banyak pemimpin dunia ternyata berasal dari kalangan buruh. (AP/Alexander Kazakov)

Jakarta, Beritasatu.com - Tidak semua pemimpin lahir dari garis keturunan elite atau lingkungan istana. Beberapa di antaranya justru datang dari akar rumput, dari kehidupan yang penuh perjuangan sebagai buruh, tukang, atau pekerja kelas bawah.

Menjadi buruh bukanlah akhir dari segalanya. Dari dunia kerja yang keras dan penuh tantangan inilah mereka membangun karakter, memperjuangkan keadilan, hingga akhirnya dipercaya memimpin bangsanya.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejumlah tokoh dunia yang memulai langkahnya sebagai buruh dan kemudian menjadi kepala negara.

Pemimpin Dunia yang Pernah Jadi Buruh

1. Luiz Inácio Lula da Silva

Preiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. - (Gov/Istimewa)
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. - (Gov/Istimewa)

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, adalah salah satu contoh paling inspiratif. Lahir pada 27 Oktober 1945 di Caetés, negara bagian Pernambuco, Brasil, Lula dibesarkan dalam kemiskinan ekstrem.

ADVERTISEMENT

Lula merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara dan harus putus sekolah sejak kecil untuk membantu ekonomi keluarga. Saat remaja, ia bekerja sebagai tukang semir sepatu dan penjual makanan di jalanan.

Setelah keluarganya pindah ke São Paulo, ia bekerja di pabrik logam sebagai buruh, di mana ia kehilangan jari kelingking kirinya dalam kecelakaan kerja.

Di tengah tekanan rezim militer saat itu, Lula aktif di serikat pekerja metalurgi dan menjadi pemimpin serikat. Pada 1980, ia mendirikan Partai Buruh (Partido dos Trabalhadores/PT) dan memperjuangkan hak-hak pekerja.

Setelah beberapa kali mencalonkan diri, ia akhirnya terpilih sebagai presiden Brasil pada 2002 dan menjabat hingga 2010. Ia kembali menjabat sebagai presiden pada 2023. Kebijakannya seperti "bolsa família" berhasil mengurangi kemiskinan dan memperkuat ekonomi Brasil.

2. Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan para editor buku teks sejarah di Kremlin di Moskow, Rusia, Minggu, 22 Juni 2025. 
 - (AP/AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin. - (AP/AP)

Vladimir Vladimirovich Putin lahir pada 7 Oktober 1952 di Leningrad (sekarang Saint Petersburg), Rusia. Ia berasal dari keluarga kelas pekerja, ayahnya adalah buruh pabrik dan veteran Perang Dunia II, sementara ibunya bekerja di pabrik.

Putin menempuh pendidikan hukum di Leningrad State University dan kemudian bergabung dengan KGB pada 1975. Namun, setelah keruntuhan Uni Soviet di awal 1990-an, ia mengalami masa sulit secara ekonomi.

Dalam dokumenter Russia, Recent History (2021), Putin mengaku bahwa ia sempat menjadi sopir taksi untuk menambah penghasilan, meski merasa itu pengalaman yang tidak menyenangkan.

Karier politiknya dimulai di Pemerintahan Kota Saint Petersburg, hingga akhirnya menjadi direktur Badan Intelijen Rusia (FSB) dan perdana menteri. Ia pertama kali menjabat sebagai presiden pada 2000, dan terus berkuasa dalam berbagai jabatan hingga kini.

3. Nicolás Maduro

Nicolás Maduro. - (Istimewa/Istimewa)
Nicolás Maduro. - (Istimewa/Istimewa)

Bergeser ke Amerika Latin, Venezuela memiliki kisah menarik tentang seorang sopir bus yang kini menjadi presiden. Nicolás Maduro adalah contoh nyata bahwa jalan politik bisa dimulai dari belakang kemudi.

Nicolás Maduro Moros lahir pada 23 November 1962 di Caracas, Venezuela. Ia berasal dari keluarga pekerja dan menyelesaikan pendidikan menengah di Liceo José Ávalos, sebelum bekerja sebagai sopir bus untuk Metro de Caracas, perusahaan transportasi umum ibu kota.

Selama bekerja, Maduro aktif dalam serikat pekerja transportasi dan menjadi pemimpin serikat tersebut. Keterlibatannya dalam dunia serikat buruh membawanya masuk ke Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), partai yang dipimpin oleh Hugo Chávez.

Maduro dipercaya menjabat sebagai menteri luar negeri dari 2006 hingga 2013 dan sebagai wakil presiden. Setelah Chávez wafat, ia meneruskan kepemimpinan dan terpilih sebagai presiden Venezuela sejak 2013.

4. Justin Trudeau

Justin Trudeau. - (AP/AP)
Justin Trudeau. - (AP/AP)

Tak hanya dari dunia kerja kasar, pengalaman sederhana dalam berbagai bidang pun membentuk karakter pemimpin. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, adalah salah satu contohnya.

Justin Pierre James Trudeau lahir pada 25 Desember 1971 di Ottawa, Kanada. Ia adalah anak dari mantan Perdana Menteri Pierre Elliott Trudeau.

Meskipun berasal dari keluarga politisi elite, Justin menjalani hidup yang jauh dari kemewahan pada awal kariernya.

Setelah lulus dari McGill University dengan gelar sarjana sastra Inggris, ia bekerja di Whistler sebagai instruktur snowboard. Ia juga pernah menjadi penjaga klub malam (bouncer), bartender, serta pemandu arung jeram.

Trudeau kemudian memperoleh gelar bachelor of education dari University of British Columbia dan menjadi guru di Vancouver, mengajar bahasa Prancis, drama, dan ilmu sosial.

Pengalamannya yang beragam menjadikannya figur yang mudah diterima masyarakat luas. Ia terpilih sebagai perdana menteri Kanada pada 2015 dan memimpin Partai Liberal Kanada.

5. Evo Morales

Evo Morales. - (Antara/Istimewa)
Evo Morales. - (Antara/Istimewa)

Di Pegunungan Andes, Bolivia melahirkan seorang pemimpin dari kalangan pribumi yang masa kecilnya diwarnai kehidupan sebagai buruh tani. Evo Morales adalah simbol kebangkitan rakyat adat di Amerika Latin.

Juan Evo Morales Ayma lahir pada 26 Oktober 1959 di Isallavi, sebuah desa kecil di wilayah Andes Bolivia. Ia berasal dari keluarga petani suku Aymara yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Sejak kecil, Morales menggembala llama, bekerja sebagai buruh tani, dan membantu orang tuanya bertani. Saat dewasa, ia menjadi petani koka (tanaman tradisional Bolivia yang juga digunakan untuk membuat kokain). Morales menjadi pemimpin serikat petani koka dan aktif memperjuangkan hak petani kecil.

Pada 1997, ia terpilih sebagai anggota Kongres, lalu mendirikan Partai Gerakan Menuju Sosialisme (MAS). Morales menjadi presiden Bolivia pada 2006, pemimpin pribumi pertama dalam sejarah negara tersebut.

Ia memimpin hingga 2019, dikenal karena kebijakan pro rakyat, nasionalisasi sumber daya, dan pengurangan kemiskinan.

6. Lech Wałęsa

Lech Wałęsa. - (Istimewa/Istimewa)
Lech Wałęsa. - (Istimewa/Istimewa)

Di Eropa Timur, tepatnya Polandia, muncul seorang pemimpin yang lahir dari rahim perjuangan kelas pekerja. Lech Wałęsa adalah figur penting dalam sejarah transisi demokrasi di Eropa.

Lech Wałęsa lahir pada 29 September 1943 di Popowo, Polandia. Ia bekerja sebagai tukang listrik di galangan kapal Lenin di Gdańsk.

Pada tahun 1980, ia memimpin mogok kerja besar-besaran yang menandai lahirnya Solidarność (Solidarity), serikat buruh independen pertama yang menentang rezim komunis.

Meski sering ditahan dan diawasi pemerintah, Wałęsa terus memperjuangkan demokrasi dan hak-hak pekerja. Ia menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 1983.

Setelah jatuhnya komunisme di Polandia, Wałęsa terpilih sebagai Presiden pada 1990 dan membantu transisi negara menuju demokrasi dan ekonomi pasar.

7. Joseph Stalin

Joseph Stalin. - (Istimewa/Istimewa)
Joseph Stalin. - (Istimewa/Istimewa)

Tak kalah dramatis, kisah pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin juga dimulai dari latar belakang sederhana. Ia adalah contoh bagaimana ideologi dan ambisi bisa membawa seseorang dari kalangan buruh menuju kekuasaan absolut.

Joseph Stalin lahir dengan nama Ioseb Besarionis dze Jughashvili pada 18 Desember 1878 di Gori, Georgia. Ayahnya adalah pembuat sepatu dan ibunya seorang buruh cuci. Setelah keluar dari seminari (sekolah teologi), Stalin bekerja sebagai buruh pelabuhan dan juru tulis.

Ia bergabung dengan Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia dan menjadi anggota faksi Bolshevik. Setelah Revolusi Rusia 1917 dan kematian Lenin pada 1924, Stalin mengambil alih kekuasaan.

Ia memimpin Uni Soviet hingga 1953, menciptakan industrialisasi besar-besaran dan menjadikan negaranya kekuatan global. Namun, pemerintahannya dikenal represif dengan kamp kerja paksa, penghapusan lawan politik, dan kelaparan massal.

Kisah-kisah di atas membuktikan bahwa dari kalangan buruh pun bisa lahir para pemimpin besar dunia. Mereka adalah contoh nyata bahwa kerja keras, dedikasi, dan keberanian dalam menghadapi tantangan bisa membuka jalan menuju posisi tertinggi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

NASIONAL
Prabowo Bawa Banyak Kado untuk Buruh pada May Day 2026, Apa Saja?

Prabowo Bawa Banyak Kado untuk Buruh pada May Day 2026, Apa Saja?

NASIONAL
Nasib Buruh 2026 Berubah, UMP Naik 9 Persen dan Subsidi Digelontorkan

Nasib Buruh 2026 Berubah, UMP Naik 9 Persen dan Subsidi Digelontorkan

MULTIMEDIA
Skema Keamanan Polisi Hadapi Hari Buruh 2026 di Monas

Skema Keamanan Polisi Hadapi Hari Buruh 2026 di Monas

JAKARTA
Kapolri Ajak Buruh Bersatu Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Kapolri Ajak Buruh Bersatu Hadapi Gejolak Ekonomi Global

NASIONAL
Kapolri Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Global

Kapolri Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Global

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon