PM Thailand Kecam Kamboja di Tengah Skors Jabatan
Jumat, 25 Juli 2025 | 14:11 WIB
Bangkok, Beritasatu.com - Ketegangan antara Thailand dan Kamboja semakin meningkat. Di tengah konflik yang belum mereda, Perdana Menteri (PM) Thailand yang tengah diskors, Paetongtarn Shinawatra menyampaikan kecaman keras terhadap apa yang ia sebut sebagai "tindakan agresi" Kamboja di sepanjang perbatasan kedua negara.
Melalui sejumlah unggahan bernada tegas di media sosial pada Kamis (24/7/2025), Paetongtarn menyatakan situasi saat ini telah melewati batas diplomasi.
“Situasi saat ini bukan lagi tentang diplomasi atau negosiasi,” tulisnya.
Ia menegaskan, pemerintah Thailand telah mengupayakan dialog diplomatik secara maksimal, tetapi langkah tersebut menurutnya tidak mendapat respons yang konstruktif dari pihak Kamboja.
“Thailand telah melakukan segala upaya untuk terlibat dalam dialog diplomatik,” lanjut Paetongtarn.
Ia menyatakan mendukung penuh semua tindakan responsif yang diambil oleh otoritas Thailand di lapangan.
Ketegangan Melebar Seusai Kebocoran Telepon dengan Hun Sen
Pernyataan Paetongtarn muncul di tengah latar belakang konflik politik yang semakin rumit. Hubungan antara Thailand dan Kamboja mengalami kemunduran tajam seusai percakapan pribadi antara Paetongtarn dan Hun Sen bocor ke publik.
Dalam percakapan tersebut, Paetongtarn memanggil Hun Sen dengan sebutan akrab "paman" dan sempat mengkritik salah satu komandan militernya sendiri. Isi percakapan ini memicu kontroversi di dalam negeri dan menjadi salah satu alasan utama mengapa ia diskors dari jabatannya sebagai perdana menteri.
Banyak pihak menilai Paetongtarn terlalu percaya pada hubungan pribadi dengan Hun Sen. Keputusannya untuk membuka jalur komunikasi informal dengan pemimpin senior Kamboja tersebut justru menjadi bumerang politik.
Paetongtarn adalah putri dari mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, dan banyak yang menduga ia berharap dapat menyelesaikan ketegangan bilateral dengan memanfaatkan hubungan dekat keluarganya dengan Hun Sen, yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




