ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gencatan Senjata, Warga Bangkok dan Kamboja Masih Takut Pulang

Minggu, 28 Desember 2025 | 21:28 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Warga Thailand mengungsi akibat bentrokan antara tentara Thailand dan Kamboja di Provinsi Surin, timur laut Thailand, Kamis, 24 Juli 2025.
Warga Thailand mengungsi akibat bentrokan antara tentara Thailand dan Kamboja di Provinsi Surin, timur laut Thailand, Kamis, 24 Juli 2025. (AP Photo/Sunny Chittawil)

Bangkok, Beritasatu.com – Sejumlah warga yang mengungsi akibat bentrokan perbatasan antara Thailand dan Kamboja masih enggan kembali ke rumah masing-masing meskipun gencatan senjata telah diumumkan. Mereka khawatir kekerasan dapat kembali pecah sewaktu-waktu.

Di sebuah kampus universitas di Thailand yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan pengungsi, Kanlaya Somjettana memilih bertahan meski sebagian warga mulai pulang pada Minggu (28/12/2025), sehari setelah kesepakatan gencatan senjata dicapai.

Menurut Kanlaya, banyak pengungsi di kedua sisi perbatasan masih menunggu kepastian resmi dari otoritas bahwa situasi benar-benar aman. Ketidakpercayaan muncul karena gencatan senjata sebelumnya pernah dilanggar.

ADVERTISEMENT

"Saya sangat berharap gencatan senjata ini bisa bertahan lama dan kami bisa kembali ke rumah," ujar Kanlaya (21) kepada AFP dari kampus tersebut di Kota Surin, Thailand.

"Tetapi saya tidak akan pulang selama otoritas belum memastikan keamanannya," katanya, seraya menambahkan jumlah penghuni tempat pengungsian kini berkurang meski ratusan orang masih bertahan.

Di sisi Kamboja, So Choeun (35) yang mengungsi bersama keluarganya di bawah tenda darurat di sebuah pagoda Buddha, Provinsi Banteay Meanchey, mengatakan dirinya tengah menunggu waktu melahirkan dan berharap dapat membawa bayinya pulang ke rumah yang berjarak sekitar 1 kilometer dari perbatasan.

"Meski ada gencatan senjata, kami belum berani pulang. Kami masih takut. Kami akan menunggu beberapa hari untuk melihat apakah situasinya tetap tenang," kata So Choeun kepada AFP.

Pejabat di kedua negara menyatakan gencatan senjata yang baru berusia satu hari masih bertahan hingga Minggu, meskipun sebagian besar wilayah perbatasan belum mendapat pemberitahuan resmi bahwa kondisi benar-benar aman.

Kesepakatan damai ini menyusul tiga pekan bentrokan bersenjata di perbatasan yang menewaskan sedikitnya 47 orang dan memaksa lebih dari 1 juta warga mengungsi di kedua negara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Berlatih di Pelatnas, Sabar/Reza Menang Meyakinkan pada BAC 2026

Berlatih di Pelatnas, Sabar/Reza Menang Meyakinkan pada BAC 2026

SPORT
Liburan ke Thailand? Siapkan Tambahan Rp 608.000 Saat Pulang

Liburan ke Thailand? Siapkan Tambahan Rp 608.000 Saat Pulang

LIFESTYLE
Terjebak Baku Tembak di Thailand, Jirayut: Ya Allah, Selamatkan Aku

Terjebak Baku Tembak di Thailand, Jirayut: Ya Allah, Selamatkan Aku

LIFESTYLE
Baku Tembak Pecah di Thailand, Jirayut Terjebak Saat Mudik

Baku Tembak Pecah di Thailand, Jirayut Terjebak Saat Mudik

LIFESTYLE
19 Nelayan Aceh Timur Ditangkap di Thailand, Menlu Diminta Bertindak

19 Nelayan Aceh Timur Ditangkap di Thailand, Menlu Diminta Bertindak

INTERNASIONAL
Cadangan Energi Tinggal 95 Hari, Thailand Wajibkan PNS WFH

Cadangan Energi Tinggal 95 Hari, Thailand Wajibkan PNS WFH

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon