Gencatan Senjata, Warga Bangkok dan Kamboja Masih Takut Pulang
Minggu, 28 Desember 2025 | 21:28 WIB
Sebagian warga yang kini mengungsi mengaku pernah mengalami situasi serupa pada Juli lalu. Petani padi dan singkong Saichon Wongpitak (38) memilih kembali ke rumahnya di Provinsi Sisaket, Thailand, pada Minggu sore karena tidak bisa terus meninggalkan mata pencahariannya.
"Saya bicara dengan tetangga yang bilang tidak ada tembakan sejak kemarin," kata Saichon kepada AFP.
"Kami takut, tetapi kami punya pekerjaan, ternak, dan ladang di rumah," ujarnya, seraya menambahkan keluarganya siap mengungsi kembali jika situasi memburuk.
Di bawah kesepakatan gencatan senjata, kedua negara sepakat menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, serta memungkinkan warga sipil di wilayah perbatasan kembali ke rumah secepatnya. Thailand juga dijadwalkan memulangkan 18 tentara Kamboja yang ditangkap pada Juli lalu dalam waktu 72 jam.
Meski demikian, ketidakpastian masih dirasakan sebagian pengungsi. Kot Ngik (43), warga Kamboja yang mengungsi di kamp lain di Banteay Meanchey, berharap gencatan senjata memungkinkan anak-anak segera kembali bersekolah.
"Namun kami belum percaya sepenuhnya pada militer Thailand. Mereka bisa kembali bertempur kapan saja," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




