ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tolak Mediasi ASEAN, Thailand Minta Kamboja Hentikan Serangan

Jumat, 25 Juli 2025 | 14:40 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Lokasi sengketa Thailand dan Kamboja.
Lokasi sengketa Thailand dan Kamboja. (AP Photo/AP)

Bangkok, Beritasatu.com - Pemerintah Thailand menyatakan menolak tawaran mediasi pihak ketiga, termasuk dari ASEAN, terkait konflik bersenjata yang kembali memanas dengan Kamboja di sepanjang wilayah perbatasan.

Penolakan ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura dalam wawancara dengan kantor berita Reuters pada Kamis (24/7/2025).

"Saya rasa kita belum membutuhkan mediasi dari negara ketiga," ujar Nikorndej.

ADVERTISEMENT

"Situasi ini masih dapat dan seharusnya diselesaikan melalui cara bilateral. Kamboja harus menghentikan tindakan ofensifnya," tambahnya.

ASEAN Tawarkan Diri sebagai Mediator

Sikap Thailand tersebut muncul setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, selaku ketua ASEAN saat ini menawarkan diri untuk memfasilitasi dialog antara Thailand dan Kamboja.

Anwar menyatakan keprihatinan atas eskalasi militer yang telah menimbulkan korban dan pengungsian warga sipil di kedua sisi perbatasan.

Namun, Bangkok dengan tegas menyatakan bahwa campur tangan eksternal belum diperlukan, sebuah langkah yang dinilai beberapa pengamat sebagai bentuk penegasan kedaulatan diplomatik sekaligus peringatan kepada Phnom Penh.

Konflik Meningkat, Mediasi Dipertanyakan

Penolakan terhadap mediasi ASEAN ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Kuil Preah Vihear, situs warisan dunia UNESCO yang menjadi sumber sengketa lama antara kedua negara.

Ketegangan terbaru dipicu oleh baku tembak dan tuduhan dari Kamboja bahwa militer Thailand telah menggunakan bom cluster, senjata yang dilarang secara luas di dunia.

Dalam kondisi seperti ini, pertanyaan pun muncul mengenai peran efektif ASEAN dalam meredakan konflik internal antar anggotanya, khususnya ketika salah satu pihak menolak intervensi regional.

ASEAN dan Prinsip Non-Intervensi

ASEAN selama ini dikenal mengedepankan prinsip non-intervensi dan konsensus, yang kerap menjadi penghalang dalam menghadapi konflik bersenjata antar anggotanya.

Penolakan Thailand terhadap mediasi mempertegas keterbatasan ASEAN sebagai organisasi kawasan dalam menangani eskalasi militer seperti ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gencatan Senjata, Warga Bangkok dan Kamboja Masih Takut Pulang

Gencatan Senjata, Warga Bangkok dan Kamboja Masih Takut Pulang

INTERNASIONAL
Pembongkaran Patung Hindu di Kamboja oleh Thailand Picu Amarah India

Pembongkaran Patung Hindu di Kamboja oleh Thailand Picu Amarah India

INTERNASIONAL
Trump Ingin Thailand dan Kamboja Berdamai, AS Siap Jadi Juru Runding

Trump Ingin Thailand dan Kamboja Berdamai, AS Siap Jadi Juru Runding

INTERNASIONAL
Sengketa Perbatasan Thailand-Kamboja Mereda

Sengketa Perbatasan Thailand-Kamboja Mereda

INTERNASIONAL
Menlu ASEAN Berkumpul Bahas Konflik Thailand dan Kamboja

Menlu ASEAN Berkumpul Bahas Konflik Thailand dan Kamboja

INTERNASIONAL
Bentrok Tetangga RI, Lebih dari 500.000 Warga Kamboja Mengungsi

Bentrok Tetangga RI, Lebih dari 500.000 Warga Kamboja Mengungsi

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon