ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Demo Antikorupsi di Filipina Ricuh , Ratusan Ditangkap Termasuk Anak

Senin, 22 September 2025 | 16:39 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Seorang pengunjuk rasa antikorupsi menendang tameng seorang polisi dalam bentrokan di Manila, Filipina, pada Minggu, 21 September 2025.
Seorang pengunjuk rasa antikorupsi menendang tameng seorang polisi dalam bentrokan di Manila, Filipina, pada Minggu, 21 September 2025. (AP/AP)

Manila, Beritasatu.com –  Polisi di ibu kota Filipina menangkap lebih dari 200 orang dalam bentrokan dengan pengunjuk rasa bertopeng pada aksi demonstrasi antikorupsi, Minggu (21/9/2025). Aksi tersebut awalnya berlangsung damai tetapi berubah ricuh, kata juru bicara kepolisian pada Senin (22/9/2025).

Menurut Wali Kota Manila Isko Moreno. sedikitnya 216 orang ditahan, termasuk 88 anak di bawah umur. Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun tercatat sebagai yang termuda. Polisi menggunakan meriam air dan sirene untuk membubarkan kerumunan, sementara massa muda melemparkan batu.

Ribuan warga Filipina turun ke jalan untuk melampiaskan kemarahan atas skandal proyek pengendalian banjir palsu yang diduga merugikan negara miliaran dolar. Skandal ini menyeret sejumlah anggota parlemen hingga memaksa pimpinan kedua majelis Kongres mundur dari jabatan mereka.

ADVERTISEMENT

Namun, bentrokan jalanan justru membayangi aksi yang sebelumnya diikuti keluarga, aktivis, rohaniwan, hingga politisi. Sejumlah kendaraan polisi dibakar dan kantor polisi dirusak.

“Sejauh ini belum ada yang mengaku siapa yang menggerakkan mereka atau apakah ada pihak yang membayar,” kata Mayor Hazel Asilo, juru bicara kepolisian setempat.

Ia menambahkan, aparat masih menelusuri afiliasi massa untuk memastikan apakah mereka bagian dari demonstran atau sekadar provokator.

Departemen Kesehatan Filipina melaporkan sekitar 50 orang dilarikan ke rumah sakit akibat bentrokan, sementara 93 polisi mengalami luka. Jumlah tahanan diperkirakan masih bertambah seiring proses pemeriksaan.

Skandal proyek infrastruktur “hantu” ini mencuat sejak Presiden Ferdinand Marcos menyorotinya dalam pidato kenegaraan Juli 2025 lalu, menyusul banjir mematikan berpekan-pekan. Departemen Keuangan memperkirakan negara kehilangan 118,5 miliar peso (US$ 2 miliar) dalam periode 2023–2025 akibat korupsi tersebut. Namun Greenpeace menilai kerugian sebenarnya bisa mencapai US$ 18 miliar.

Situasi semakin genting karena Filipina diperkirakan akan dilanda banjir besar pada Senin ini, seiring terjangan Topan Super Ragasa di wilayah utara. Sebagai negara kepulauan yang rata-rata diterpa 20 badai setiap tahun, jutaan warga Filipina di daerah rawan bencana terus terjebak dalam lingkaran kemiskinan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bank Sentral Filipina Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin

Bank Sentral Filipina Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin

EKONOMI
Gempa Filipina Sebabkan Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter

Gempa Filipina Sebabkan Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter

INTERNASIONAL
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sianida hingga Miras dari Filipina

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sianida hingga Miras dari Filipina

NUSANTARA
Menhan Filipina Dicekal Masuk China, Hong Kong, dan Makau

Menhan Filipina Dicekal Masuk China, Hong Kong, dan Makau

INTERNASIONAL
1 Orang Tewas 21 Hilang dalam Insiden Gedung Roboh di Filipina

1 Orang Tewas 21 Hilang dalam Insiden Gedung Roboh di Filipina

INTERNASIONAL
Filipina Chaos! Suara Tembakan Terdengar di Gedung Senat

Filipina Chaos! Suara Tembakan Terdengar di Gedung Senat

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon