ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sindir AS Jelang Kunjungan Trump, Korea Utara Uji Coba Rudal Jelajah

Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:51 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara ini menunjukkan uji coba rudal jelajah laut-ke-permukaan di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara, Selasa, 28 Oktober 2025.
Foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara ini menunjukkan uji coba rudal jelajah laut-ke-permukaan di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara, Selasa, 28 Oktober 2025. (KCNA/AP)

Seoul, Beritasatu.com –  Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal jelajah di lepas pantai baratnya pada Selasa (28/10/2025). Aksi ini disebut sebagai pesan tegas bagi “musuh-musuh” Pyongyang, hanya beberapa jam sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai kunjungan ke Korea Selatan.

Menurut laporan kantor berita negara KCNA, rudal laut-ke-permukaan itu diluncurkan secara vertikal dari Laut Kuning dan terbang selama lebih dari dua jam sebelum jatuh di area target.

Uji coba tersebut diawasi oleh Pak Jong Chon, pejabat tinggi militer Korea Utara, yang menyebut peluncuran ini sebagai keberhasilan penting dalam memperkuat kekuatan nuklir Korea Utara sebagai pencegah perang.

ADVERTISEMENT

“Tujuan uji coba ini adalah untuk menilai keandalan berbagai sarana ofensif strategis dan menunjukkan kemampuan kami kepada musuh,” ujar Pak.

“Merupakan tugas kami untuk terus memperkuat postur tempur nuklir,” tambahnya.

Menariknya, Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un tidak hadir dalam peluncuran ini, sebuah hal yang jarang terjadi mengingat Kim biasanya mengawasi langsung uji coba penting.

Di sisi lain, Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu Kim selama kunjungan pertamanya ke Semenanjung Korea dalam masa jabatan keduanya. Kim sebelumnya menegaskan bahwa Pyongyang siap berunding jika AS mencabut tuntutan delusi yang meminta Korea Utara menyerahkan senjata nuklirnya.

“Peluncuran ini menegaskan kembali posisi Pyongyang bahwa denuklirisasi tidak akan terjadi, terutama menjelang kunjungan Trump,” kata Yang Moo-jin, profesor di Universitas Studi Korea Utara, Seoul, kepada AFP.

Trump dan Kim terakhir bertemu pada 2019 di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Selatan. Hingga kini, Pyongyang belum menanggapi undangan untuk pertemuan baru.

Menurut Lim Eul-chul, profesor di Universitas Kyungnam, ketidakhadiran Kim dalam uji coba kali ini “bukan upaya untuk mempermalukan Trump,” melainkan strategi diplomatik yang hati-hati.

KCNA juga tidak menyebut Kim dalam laporan uji coba rudal hipersonik yang dilakukan Korea Utara minggu lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korea Utara Tegaskan Tak Akan Tinggalkan Senjata Nuklir

Korea Utara Tegaskan Tak Akan Tinggalkan Senjata Nuklir

INTERNASIONAL
Korut Tuding AS Picu Ketegangan Asia lewat Pasokan Senjata ke Sekutu

Korut Tuding AS Picu Ketegangan Asia lewat Pasokan Senjata ke Sekutu

INTERNASIONAL
7 Tahun Absen, Presiden China Dikabarkan Akan Kunjungi Korea Utara

7 Tahun Absen, Presiden China Dikabarkan Akan Kunjungi Korea Utara

INTERNASIONAL
Korut Uji Coba Rudal Balistik Berteknologi AI yang Bisa Jangkau Korsel

Korut Uji Coba Rudal Balistik Berteknologi AI yang Bisa Jangkau Korsel

INTERNASIONAL
Asia Timur Memanas, Kim Jong Un Buat Benteng Pertahanan Tak Tertembus

Asia Timur Memanas, Kim Jong Un Buat Benteng Pertahanan Tak Tertembus

INTERNASIONAL
Misteri Kapal Rusia Tenggelam, Diduga Bawa Reaktor Nuklir ke Korut

Misteri Kapal Rusia Tenggelam, Diduga Bawa Reaktor Nuklir ke Korut

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon