ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Misteri Kapal Rusia Tenggelam, Diduga Bawa Reaktor Nuklir ke Korut

Kamis, 14 Mei 2026 | 11:21 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Kapal sepanjang 142 meter berbendera Rusia tersebut tenggelam pada 23 Desember 2024 di lepas pantai tenggara Spanyol.
Kapal sepanjang 142 meter berbendera Rusia tersebut tenggelam pada 23 Desember 2024 di lepas pantai tenggara Spanyol. (Maritime Executive.)

Madrid, Beritasatu.com - Ursa Major, kapal kargo milik Rusia, dilaporkan tenggelam di dekat perairan Spanyol setelah mengalami serangkaian ledakan misterius. Kapal tersebut diduga membawa komponen reaktor nuklir yang akan dikirim ke Korea Utara.

Kapal berbendera Rusia sepanjang 142 meter itu tenggelam pada 23 Desember 2024 di lepas pantai tenggara Spanyol saat berlayar dari St Petersburg menuju Vladivostok. Insiden terjadi sekitar 62 mil laut dari pantai Murcia.

Layanan penyelamatan maritim Spanyol, Sasemar, menerima panggilan darurat dari kapal pada pukul 12.53 waktu setempat. Tim penyelamat kemudian mengerahkan helikopter, kapal cepat, dan kapal tunda ke lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

Sejumlah kapal di sekitar lokasi melaporkan Ursa Major melambat drastis dalam 24 jam sebelum tenggelam. Tak lama kemudian, kapal terlihat miring hingga akhirnya awak kapal meninggalkan kapal. Para awak kapal mengaku terjadi tiga ledakan di ruang mesin sebelum kapal mulai tenggelam.

Kapal Perang Rusia Ambil Alih Operasi

Upaya penyelamatan oleh otoritas Spanyol terhenti setelah sebuah kapal perang Rusia tiba di lokasi dan mengambil alih operasi darurat. Kapal perang tersebut bahkan meminta dua kapal penyelamat Sasemar mundur sejauh dua mil laut dari lokasi kejadian.

Berdasarkan dokumen pemerintah Spanyol yang dirilis Februari 2026, kapal perang Rusia juga meluncurkan suar di atas Ursa Major. Surat kabar La Verdad melaporkan suar itu diduga digunakan untuk mengganggu sistem inframerah satelit intelijen yang memantau insiden tersebut.

Investigasi Soroti Dugaan Serangan Bawah Laut

Laporan investigasi CNN menyebut terdapat empat sinyal seismik yang pola gelombangnya menyerupai ledakan ranjau bawah laut. Sinyal tersebut terdeteksi sesaat setelah suar diluncurkan dari kapal perang Rusia.

Dua awak kapal dilaporkan tewas akibat ledakan awal di ruang mesin, sementara 14 lainnya berhasil selamat. Investigasi juga menemukan lubang berukuran sekitar 50 x 50 sentimeter di lambung kapal dengan logam rusak mengarah ke bagian dalam.

Kerusakan itu diduga disebabkan torpedo superkavitasi (supercavitating torpedo ), yakni senjata bawah laut berkecepatan tinggi.

“Hanya Amerika Serikat, beberapa sekutu NATO, Rusia, dan Iran yang diyakini memiliki jenis torpedo ini,” tulis CNN .

Diduga Bawa Komponen Reaktor Nuklir ke Korea Utara

Dalam pemeriksaan penyelidik Spanyol, kapten Ursa Major mengakui penutup lubang perawatan yang dibawa kapal merupakan komponen reaktor nuklir mirip milik kapal selam. Namun, ia menegaskan tidak ada bahan bakar nuklir di dalam kapal.

Penyelidik juga menyoroti dua kontainer biru besar di bagian buritan kapal yang masing-masing diperkirakan berbobot sekitar 65 ton.

Mengutip The Guardian, Kamis (14/5/2026) sumber yang mengetahui penyelidikan menyebut kapten kapal meyakini Ursa Major akan dialihkan menuju pelabuhan Rason di Korea Utara untuk mengirim dua reaktor tersebut.

Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih belum terungkap. Namun, CNN menduga insiden itu bisa menjadi bentuk intervensi rahasia untuk mencegah transfer teknologi nuklir Rusia kepada Korea Utara. Peristiwa itu terjadi hanya dua bulan setelah pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dilaporkan mengirim pasukan membantu invasi Vladimir Putin di Ukraina.

Pertanyaannya, apakah tenggelamnya Ursa Major murni kecelakaan atau bagian dari operasi geopolitik tersembunyi?

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon