Trump Siapkan Pemerintahan Baru di Gaza Minus Hamas dan Fatah
Jumat, 5 Desember 2025 | 09:47 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan siap membuat langkah besar terkait konflik Timur Tengah. Ia berencana mengumumkan dimulainya tahap kedua proses perdamaian Gaza, termasuk pembentukan struktur pemerintahan baru, sebelum perayaan Natal tahun ini.
Informasi eksklusif ini dilaporkan oleh Axios pada Kamis (4/12/2025), mengutip keterangan sejumlah pejabat tinggi AS.
Trump Dalam beberapa pekan ke depan, pemerintahan Trump bersiap merilis perincian "dewan pemerintahan" dan menguraikan implementasi rencana perdamaian yang lebih luas.
Sebagaimana diuraikan dalam rencana perdamaian 20 poin Trump, fase kedua ini mencakup langkah-langkah krusial yaitu:
- Penarikan pasukan Israel dari wilayah-wilayah tambahan di Gaza.
- Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
- Pembentukan struktur pemerintahan baru di bawah pengawasan Dewan Perdamaian.
Struktur pemerintahan transisi ini nantinya akan dipimpin langsung oleh dewan perdamaian yang diketuai oleh Trump. Dewan ini akan diisi oleh sekitar 10 pemimpin dari negara-negara Arab dan Barat.
Laporan tersebut juga memerinci hierarki di bawah dewan perdamaian, yakni sebuah dewan eksekutif internasional. Nama-nama besar disebut akan mengisi pos ini, antara lain mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, serta utusan khusus kepercayaan Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff. Mereka akan bekerja sama dengan sejumlah pejabat senior dari negara-negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian.
Di bawah dewan eksekutif tersebut, akan dibentuk pemerintahan teknokrat Palestina. Tim ini terdiri dari 12 hingga 15 individu yang memiliki keahlian khusus di bidang manajemen dan bisnis.
Poin menariknya, laporan itu menegaskan bahwa para teknokrat ini tidak satu pun dari mereka terkait dengan Hamas, Fatah, atau partai maupun faksi Palestina lainnya. Hal ini menandakan upaya pembentukan pemerintahan yang benar-benar netral dan berfokus pada pemulihan.
Saat ini, AS bersama mediator internasional lainnya seperti Qatar, Mesir, dan Turki, masih terlibat dalam pembicaraan intensif dengan Hamas. Tujuannya adalah mencapai kesepakatan agar kelompok tersebut bersedia menyerahkan kendali atas Gaza dan mulai melucuti senjata mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




