ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Ultimatum Hamas 3 Hari untuk Terima Gencatan Senjata

Rabu, 1 Oktober 2025 | 11:41 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden Donald Trump memberi isyarat saat menjawab pertanyaan wartawan selama acara di Ruang Roosevelt di Gedung Putih, Senin, 12 Mei 2025, di Washington.
Presiden Donald Trump memberi isyarat saat menjawab pertanyaan wartawan selama acara di Ruang Roosevelt di Gedung Putih, Senin, 12 Mei 2025, di Washington. (AP/AP)

Yerusalem, Beritasatu.com —  Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi ultimatum tiga hingga empat hari kepada Hamas pada Selasa (30/9/2025) untuk menanggapi rencana perdamaian Gaza yang didukung Israel.

Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera oleh Hamas dalam waktu 72 jam, pelucutan senjata Hamas, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza. Setelah itu, akan dibentuk otoritas transisi pascaperang yang dipimpin langsung oleh Trump.

Sejumlah negara besar, termasuk negara-negara Arab dan Muslim, menyambut baik proposal ini. Namun, Hamas belum memberikan tanggapan resmi.

ADVERTISEMENT

“Kami hanya menunggu Hamas. Jika mereka menolak, itu akan menjadi akhir yang sangat menyedihkan,” kata Trump kepada wartawan.

Trump mengumumkan kesepakatan ini di Gedung Putih setelah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu mendukung rencana tersebut, tetapi menegaskan militer Israel akan tetap berada di sebagian besar Gaza dan menolak pembentukan negara Palestina.

Sementara itu, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengecam rencana ini sebagai “kegagalan diplomatik besar” dan memperingatkan perang di Gaza bisa kembali berkobar.

Rencana Trump juga mencakup pengerahan pasukan internasional sementara dan melibatkan mantan PM Inggris Tony Blair dalam otoritas transisi. Negara-negara Arab, Uni Eropa, serta China dan Rusia telah menyatakan dukungan, sedangkan Hamas masih melakukan konsultasi internal.

Namun, skeptisisme muncul di Gaza. Warga menilai syarat-syarat rencana ini terlalu berat bagi Hamas sehingga berpotensi memperpanjang penderitaan. Serangan udara dan operasi darat Israel juga masih berlanjut di berbagai wilayah Gaza.

Perang Gaza sendiri pecah sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.219 orang. Balasan militer Israel sejauh ini telah menewaskan lebih dari 66.000 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang diakui PBB.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz

Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

INTERNASIONAL
Alasan Trump Sebut Dirinya

Alasan Trump Sebut Dirinya "Bos" di Depan Pemimpin Dunia Saat KTT G7

INTERNASIONAL
Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

INTERNASIONAL
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon