Trump Ultimatum Hamas 3 Hari untuk Terima Gencatan Senjata
Rabu, 1 Oktober 2025 | 11:41 WIB
Yerusalem, Beritasatu.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi ultimatum tiga hingga empat hari kepada Hamas pada Selasa (30/9/2025) untuk menanggapi rencana perdamaian Gaza yang didukung Israel.
Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera oleh Hamas dalam waktu 72 jam, pelucutan senjata Hamas, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza. Setelah itu, akan dibentuk otoritas transisi pascaperang yang dipimpin langsung oleh Trump.
Sejumlah negara besar, termasuk negara-negara Arab dan Muslim, menyambut baik proposal ini. Namun, Hamas belum memberikan tanggapan resmi.
“Kami hanya menunggu Hamas. Jika mereka menolak, itu akan menjadi akhir yang sangat menyedihkan,” kata Trump kepada wartawan.
Trump mengumumkan kesepakatan ini di Gedung Putih setelah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu mendukung rencana tersebut, tetapi menegaskan militer Israel akan tetap berada di sebagian besar Gaza dan menolak pembentukan negara Palestina.
Sementara itu, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengecam rencana ini sebagai “kegagalan diplomatik besar” dan memperingatkan perang di Gaza bisa kembali berkobar.
Rencana Trump juga mencakup pengerahan pasukan internasional sementara dan melibatkan mantan PM Inggris Tony Blair dalam otoritas transisi. Negara-negara Arab, Uni Eropa, serta China dan Rusia telah menyatakan dukungan, sedangkan Hamas masih melakukan konsultasi internal.
Namun, skeptisisme muncul di Gaza. Warga menilai syarat-syarat rencana ini terlalu berat bagi Hamas sehingga berpotensi memperpanjang penderitaan. Serangan udara dan operasi darat Israel juga masih berlanjut di berbagai wilayah Gaza.
Perang Gaza sendiri pecah sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.219 orang. Balasan militer Israel sejauh ini telah menewaskan lebih dari 66.000 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang diakui PBB.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




