Machado-Gonzalez Berpeluang Pimpin Venezuela Seusai Maduro Ditangkap
Minggu, 4 Januari 2026 | 05:44 WIB
Caracas, Beritasatu.com – Nama pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado dan Edmundo González mencuat sebagai sosok suksesor yang disebut-sebut kemungkinan akan memimpin Venezuela, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan khusus Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2026).
Presiden Economic Inclusion Group Venezuela Jorge Jraissati mengatakan, Machado dan Gonzalez berpeluang akan memimpin pemerintahan transisi di Venezuela. Keduanya mendapat dukungan dari 70% warga Venezuela.
“Mereka akan memimpin periode transisi ini. Saya percaya Machado memiliki kapasitas dan integritas untuk memimpin transisi yang sangat rumit ini. Kuncinya adalah kemampuannya untuk mengelilingi dirinya dengan warga Venezuela terutama generasi muda,” kata Jraissati, mengutip Fox News, Minggu (4/1/2026).
Sebelumnya, AS telah mengakui Edmundo González sebagai pemimpin sah Venezuela setelah ia mengalahkan Nicolás Maduro dengan selisih suara lebih dari dua banding satu dalam pemilihan presiden 2024. González maju sebagai kandidat pengganti Machado setelah Mahkamah Agung yang dikendalikan Maduro melarang Machado mencalonkan diri sebagai presiden. Namun, Maduro mengabaikan hasil pemilihan tersebut.
Meski belum memberikan pernyataan resmi terkait kejatuhan Maduro, setelah memenangkan Nobel Prize 2025. María Corina Machado sebelumnya sempat menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump.
“Saya sangat berterima kasih kepada Presiden Trump atas setiap isyarat, setiap sinyal, dan setiap momen yang telah ia tunjukkan kepada rakyat Venezuela. Saya mengamatinya dengan sangat cermat, dan memamahi artinya bagi mereka yang berjuang untuk merebut kembali demokrasi dan kebebasan di negara kami,” tutur Machado.
Jika Machado atau González gagal mengisi kekosongan kekuasaan di Venezuela, para ahli memperingatkan peluang bagi berbagai aktor berbahaya untuk merebut kendali pemerintahan menjadi terbuka lebar.
Sementara itu, tak lama setelah ditangkap, Maduro langsung diterbangkan ke Florida, AS menggunakan pesawat militer untuk menghadapi proses hukum di pengadilan federal. Ketegangan antara AS dan Venezuela telah memuncak sejak akhir 2025. Pemerintah AS menuding Maduro terlibat dalam jaringan narkoterorisme internasional yang dikenal sebagai Cartel of the Suns, serta menudingnya bekerja sama dengan kelompok bersenjata dalam penyelundupan narkotika.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




