ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Protes Iran Mereda di Tengah Teror Militer dan Ancaman Eksekusi

Jumat, 16 Januari 2026 | 23:54 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Demo di Iran mereda akibat aksi militer yang menembaki warga.
Demo di Iran mereda akibat aksi militer yang menembaki warga. (UGC/UGC via AP)

Teheran, Beritasatu.com - Gelombang protes antipemerintah di Iran dilaporkan mereda dalam beberapa hari terakhir. Namun, meredanya aksi tersebut bukan karena situasi membaik, melainkan akibat ketakutan mendalam warga setelah penindakan keras aparat keamanan.

Melansir Mirror, Jumat (16/1/2026), sejumlah sumber menyebut demonstrasi berubah mematikan setelah aparat diperintahkan menembak massa.

Lembaga berbasis Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency, mencatat sedikitnya 2.615 orang tewas sejak aksi protes pecah. Meski pembunuhan massal dilaporkan mereda untuk sementara, suasana mencekam justru semakin terasa.

ADVERTISEMENT

Warga menggambarkan kehadiran aparat bersenjata lengkap di jalan-jalan utama. Tank dan truk militer dilaporkan berpatroli di sejumlah kota, dengan pasukan bersenjata mengawasi warga sipil.

“Ada tank di mana-mana. Truk berisi orang-orang bersenjata mengarahkan senjata ke siapa pun di jalan,” ujar seorang sumber kepada media internasional.

Sumber lain menyebut aparat kepolisian menghentikan warga secara acak di Teheran.

“Tidak ada lagi protes karena pembunuhan besar-besaran. Orang-orang sangat ketakutan,” katanya.

Meski aktivitas lalu lintas di ibu kota Teheran terlihat kembali normal, kondisi tersebut dinilai mencerminkan tekanan psikologis, bukan stabilitas. Banyak warga memilih tetap di rumah demi keselamatan.

Situasi ini berkembang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran terkait rencana eksekusi terhadap demonstran. Trump menyatakan akan mengambil tindakan sangat kuat jika eksekusi berlanjut, seraya menyebut bantuan sedang dalam perjalanan.

Salah satu kasus yang memicu kecaman global adalah ancaman eksekusi terhadap Erfan Soltani, pemilik toko berusia 26 tahun yang ditangkap seusai diduga ikut demonstrasi. Ancaman tersebut kemudian dilaporkan mereda setelah tekanan internasional meningkat.

Pada sisi lain, media pemerintah Iran bahkan menyiarkan ancaman pembunuhan terhadap Trump, menambah ketegangan politik internasional di tengah krisis domestik Iran.

Meski protes jalanan tampak mereda, kelompok HAM menilai akar persoalan belum terselesaikan. Penurunan aksi lebih disebabkan rasa takut, bukan hilangnya kemarahan publik. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Tangkap 4 Orang Diduga Mata-mata Israel dan Amerika Serikat

Iran Tangkap 4 Orang Diduga Mata-mata Israel dan Amerika Serikat

INTERNASIONAL
Polisi Iran Tangkap 200 Lebih Perusuh di Tengah Gelombang Protes

Polisi Iran Tangkap 200 Lebih Perusuh di Tengah Gelombang Protes

INTERNASIONAL
Tolak Perintah Menembak Demonstran, Tentara Iran Dijatuhi Hukuman Mati

Tolak Perintah Menembak Demonstran, Tentara Iran Dijatuhi Hukuman Mati

INTERNASIONAL
Khamenei: Ada AS-Israel di Balik Ribuan Korban Tewas Aksi Protes Iran

Khamenei: Ada AS-Israel di Balik Ribuan Korban Tewas Aksi Protes Iran

INTERNASIONAL
Iran Diduga Akan Memutus Permanen Jaringan Internet Internasional

Iran Diduga Akan Memutus Permanen Jaringan Internet Internasional

INTERNASIONAL
Israel Blak-blakan Akui Ada Peran Agen Miliknya di Tengah Krisis Iran

Israel Blak-blakan Akui Ada Peran Agen Miliknya di Tengah Krisis Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon